DENPASAR -sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com |Penyidik Ditreskrimsus Polda Bali telah melayangkan surat pemanggilan kedua terhadap pengebuk drum Superman Is Dead, si pemilik nama asli I Gede Ari Astina alias Jerinx SID. Jika tidak hadir, penyidik berencana akan menjemput paksa.
Sebagaimana diketahui, Jerinx SID dilaporkan kasus dugaan ujaran kebencian dan pencemaran nama baik oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bali ke SPKT Polda Bali, Selasa (16/6/2020).
Dalam pemanggilan pertama, suami dari model Nora itu tidak hadir dengan alasan sibuk. Selanjutnya, penyidik melayangkan pemanggilan kedua, tertanggal 30 July 2020 lalu.
Rencananya, Kamis ini (6/8/2020), Jerinx akan memenuhi panggilan untuk diperiksa sebagai saksi terlapor. Namun jika nantinya tidak hadir dalam pemeriksaan, Jerinx akan dijemput paksa penyidik. Hal itu disampaikan
Direktur Reksrimsus Polda Bali Kombespol Yuliar Kus Nugroho kepada wartawan, Rabu (5/8/2020).
Ditegaskannya, jika memang pihaknya menjemput paksa Jerinx karena yang bersangkutan tidak memiliki itikat baik menjalani proses pemeriksaan. "Opsi pemanggilan paksa akan menjadi pilihan penyidik," ungkap perwira melati tiga dipundak itu.
Selain itu, pihaknya juga telah meminta keterangan ahli bahasa terkait postingan dalam akun Instagram Jerinx. Oleh sebab itu, sesuai aturan Undang-Undang Jerinx sebagai terlapor harus diperiksa juga.
Dalam kasus ini, penyidik akan tetap menggunakan azas praduga tak bersalah dalam kasus tersebut. "Kamikan mengikuti prosedur, setelah memeriksa, akan gelar perkara, jika ada pelanggaran UU maka akan dilanjutkan, jika tidak ditemukan maka kasus akan dihentikan," tegas Kombes Yuliar.










