Ia menambahkan bahwa sejumlah gelaran Porprov terakhir, tim Buleleng selalu mencapai babak semifinal, namun belum berhasil membawa pulang medali. Dengan adanya regulasi U-17 di Porprov 2025, Suyasa optimistis seluruh daerah akan bertanding dengan kekuatan setara karena tidak lagi diperkuat pemain profesional senior.”Setelah dua minggu TC ini, kami ingin melihat perkembangan fisik, psikis, strategi, hingga chemistry antar pemain,” tambahnya.
Ketua KONI Buleleng, Ketut Wiratmaja, juga memberikan apresiasi atas inisiatif ini. Ia menilai TC sebagai langkah brilian untuk memperbaiki pencapaian tim sepak bola Buleleng.”Hari ini saya meminta kepada para atlet agar mengikrarkan diri bahwa tim sepak bola Buleleng harus berjaya di Porprov. Astungkara, kita tidak hanya kembali masuk empat besar, tapi juga bisa meraih medali,”kata Wiratmaja.
Sementara itu, Kasubbag Regmin SPN Polda Bali, AKP Ketut Karwa, menyatakan kebanggaan atas dipilihnya SPN sebagai lokasi pemusatan latihan.”Kami terbiasa melatih siswa dari SMA menjadi calon polisi. Jadi tentu ada banyak aturan. Kami harap para atlet bisa mengikuti semua aturan dan berlatih maksimal agar target tim tercapai,” ujar AKP Karwa. Lewat program TC tersebut, Askab PSSI Buleleng yakin bahwa tim sepakbola akan semakin kompak. Sehingga bisa meraih prestasi terbaik pada Porporv Bali 2025. @gus










