SINGARAJA-fajarbali.com | Perum BULOG bergerak cepat mengamankan rantai pasok pangan di Pulau Dewata menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Adha dan Galungan. Direktur Keuangan Perum BULOG, Hendra Susanto, melakukan kunjungan kerja strategis ke Kompleks Pergudangan Tangguwisia, Kabupaten Buleleng, guna memastikan kesiapan Cadangan Beras Pemerintah (CBP), baik dari sisi kuantitas maupun kualitas penyimpanan. Langkah ini krusial untuk meredam potensi gejolak harga dan menjaga psikologi pasar tetap stabil.
Dalam peninjauan menyeluruh bersama jajaran manajemen Kanwil Bali, Hendra menegaskan bahwa ketahanan pangan di Bali berada pada posisi yang sangat solid. “Berdasarkan kalkulasi neraca komoditas, stok beras yang tersimpan di seluruh gudang BULOG Bali saat ini mampu mencukupi kebutuhan masyarakat hingga lima bulan ke depan. Dengan demikian, masyarakat Bali dapat menyambut momentum hari raya keagamaan dengan tenang tanpa perlu khawatir akan kelangkaan bahan pokok,” ungkapnya.
Secara makro, penguatan stok di tingkat daerah ini ditopang oleh performa gemilang BULOG di level nasional. Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat per 18 Mei 2026, stok CBP nasional berhasil memecahkan rekor tertinggi sepanjang sejarah dengan torehan 5,37 juta ton. Tingginya cadangan nasional ini memberikan ruang intervensi yang kuat bagi BULOG dalam melakukan stabilisasi pasokan jika sewaktu-waktu terjadi lonjakan permintaan di pasar domestik.
Spesifik untuk wilayah Bali, data per 21 Mei 2026 menunjukkan total stok CBP yang dikuasai BULOG Kanwil Bali mencapai 10.739 ton. Dari jumlah tersebut, Kompleks Pergudangan Tangguwisia di Buleleng menyumbang kesiapan operasional sebesar 442 ton. Selain fokus pada volume stok, BULOG juga menerapkan standardisasi perawatan komoditas yang ketat guna memastikan kualitas beras tetap prima hingga mendistribusikannya ke tangan konsumen.










