Jelang Akhir Tahun, Harga Pangan di Badung Naik 

u12-1000000065
Kabag Ekonomi Setda Badung, Anak Agung Sagung Rosyawati

MANGUPURA-Fajarbali.com |Menjelang akhir tahun 2025, harga pangan di Kabupaten Badung mengalami peningkatan. Kenaikan harga terutama terjadi pada cabai rawit, bawang merah, daging ayam ras, tomat, dan bensin. Sementara itu, beberapa komoditas justru mengalami penurunan harga, seperti canang sari, cabai merah, beras, udang basah, dan kacang panjang.

 

Kabag Ekonomi Setda Badung, Anak Agung Sagung Rosyawati mengatakan, harga cabai rawit mengalami lonjakan akibat terbatasnya pasokan seiring masuknya musim hujan sejak Oktober di sebagian wilayah Indonesia. Kondisi serupa terjadi pada bawang merah dan tomat, yang pasokannya menurun karena musim hujan di wilayah Bali dan Nusa Tenggara, khususnya Bangli sebagai sentra penghasil bawang merah dan tomat.

 

"Selain itu, harga daging ayam ras meningkat akibat pasokan yang terbatas di tengah tingginya permintaan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG), diperparah oleh ketidakstabilan cuaca. Harga bensin juga tercatat naik seiring penerapan kebijakan kenaikan harga bensin jenis Pertamax," ungkapnya, Rabu (30/12).

 

Sekretaris Daerah Kabupaten Badung, kata Rosyawati telah menerbitkan Surat Himbauan Nomor 500/23490/Setda tertanggal 17 Desember 2025. Surat tersebut menginstruksikan perangkat daerah terkait untuk mengambil langkah konkret dalam menurunkan dan menjaga stabilitas harga pangan strategis, terutama cabai rawit, bawang merah, minyak goreng, telur ayam ras, dan daging ayam ras.

 

Dinas Pertanian dan Pangan diminta meningkatkan gerakan menanam cabai dan bawang merah, mendorong produksi telur serta daging ayam ras, dan menyampaikan jadwal panen kepada Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana (MGS).

 

Perumda Pasar dan Pangan MGS diminta mengoptimalkan penyerapan hasil panen petani dan peternak Badung, memperkuat kerja sama distribusi dengan Buleleng, Tabanan, dan Bangli, serta memaksimalkan pemanfaatan alat CAS sebagai tempat penyimpanan cabai dan bawang merah.

BACA JUGA:  Sekda Badung Buka MUSORKAB KONI  Badung

 

Sementara itu, Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan diarahkan untuk melakukan monitoring distributor minyak goreng, memastikan penyaluran langsung ke pedagang pasar, mengedukasi pengecer terkait HET Rp15.700 per liter, pembatasan penjualan maksimal 12 liter per konsumen per hari, serta pemasangan spanduk informasi harga.

 

"Melalui berbagai langkah ini, kami berharap ketersediaan pasokan meningkat, distribusi semakin lancar. Semoga stabilitas harga pangan tetap terjaga, khususnya saat momentum akhir tahun dan pergantian tahun baru," tegasnya.W-004

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top