Acara dilanjutkan dengan talk show bertema "Jejak Hijau Desa Sanding: Menuju Masa Depan Netral-Karbon" yang dipandu oleh Andy F. Noya. Para narasumber membahas pentingnya peran desa sebagai aktor utama dalam strategi pencapaian target nol bersih. Dr. Nirarta Samadhi dari WRI Indonesia menekankan bahwa aksi lokal yang berbasis data dan konteks lokal adalah fondasi dari solusi iklim nasional. "Desa adalah titik awal dari masa depan rendah emisi. Inisiatif seperti Desa Sanding menunjukkan bagaimana aksi lokal dapat menjadi fondasi solusi iklim daerah dan nasional yang berbasis data dan berkelanjutan," ujarnya. WRI Indonesia juga menyatakan akan bekerja sama dengan Maybank Indonesia untuk mendukung target Bali Emisi Nol Bersih 2045.
Andy F. Noya, melalui platform BenihBaik.com, menegaskan bahwa perubahan iklim bukanlah isu yang hanya terjadi di perkotaan, tetapi juga nyata di pedesaan. Ia menggarisbawahi bahwa solusi untuk masalah ini juga bisa datang dari desa. "Desa Sanding memberi harapan bahwa perubahan iklim bukan isu jauh di pusat kota, tetapi juga nyata di desa. Dan solusi pun bisa datang dari desa. Kita semua punya peran," kata Andy. BenihBaik.com berperan sebagai jembatan yang menghubungkan korporasi dengan komunitas, memastikan kolaborasi berjalan efektif.
Sebagai bentuk komitmen, acara ini diakhiri dengan penandatanganan nota kesepahaman untuk mendukung Inisiatif Bali Emisi Nol Bersih 2045. Maybank Indonesia juga menyerahkan bantuan berupa triseda elektrik dan panel surya atap, yang bertujuan untuk mendukung operasional desa yang lebih ramah lingkungan. Puncaknya, para peserta diajak mengunjungi fasilitas BSF yang mampu mengubah sampah organik menjadi pupuk dan pakan ternak, sebuah solusi inovatif yang mengintegrasikan pengelolaan limbah dengan ekonomi sirkular.










