“Armada dan petugas yang berjaga di posko selalu siap siaga membantu memastikan keamanan dan keselamatan seluruh pengguna jalan, serta memberikan respon cepat dalam situasi darurat. Para petugas di Posko akan secara proaktif memantau kondisi lalu lintas dan memberikan bantuan kepada pengguna jalan yang memerlukan pertolongan,” ujarnya.
Adiputra juga memberikan informasi terkait prediksi puncak arus wisata yang diperkirakan akan terjadi pada tanggal 22 Desember dan 29 Desember 2023, dengan perkiraan jumlah kendaraan mencapai 49 ribu pada tanggal 22 Desember dan 50 ribu pada tanggal 29 Desember 2023. Sebagai langkah antisipasi, pihaknya memberikan arahan kepada para petugas agar saling berkoordinasi, bersinergi, dan berkolaborasi guna memberikan pelayanan yang optimal kepada pengguna jalan selama masa tersebut.
Selain itu, Adiputra memberikan himbauan kepada seluruh pengguna jalan agar selalu mematuhi rambu rambu, mengikuti arahan petugas, dan membawa kartu elektronik dengan saldo yang cukup untuk mengurangi antrian panjang di gerbang tol.
"Untuk memastikan keselamatan pengendara, seluruh petugas akan saling berkoordinasi menjaga situasi tol agar tetap aman dan nyaman bagi pengendara. Saya juga menghimbau kepada pengguna jalan agar selalu mematuhi rambu rambu dan arahan dari petugas, serta selalu membawa kartu elektronik dengan saldo yang cukup demi menjaga ketertiban dan keselamatan berkendara di jalan tol Bali Mandara,” tuturnya.
Selain persiapan operasional, Jasamarga Bali Tol juga telah menyusun strategi komunikasi dan manajemen informasi kepada pengguna jalan tol. Himbauan dan panduan perjalanan akan disampaikan melalui channel resmi Jasamarga Bali Tol, termasuk Call Center 14080, aplikasi Travoy, dan akun resmi media sosial perusahaan. Hal ini merupakan komitmen PT Jasamarga Bali Tol dalam memberikan layanan informasi yang cepat, tepat, dan akurat bagi masyarakat.Tim Satgas juga diingatkan untuk tetap menerapkan prokes yang ketat untuk mencegah kembali maraknya Covid-19.W-004










