Kordinator Lagu Pop Daerah Duta Kota Denpasar, Komang Astita mengatakan, Pembinaan ini memfokuskan pada kesiapan seluruh sekaa, baik dari nada, suara, gerakan, dan kekompakan serta memberikan pertimbangan agar sesuai dengan kreteria saat penampilan. Dan dalam upaya penyempurnaan penampilan seni perlu diperhatikan poin-poin penting dalam sebuah pementasan seni suara dan musik.
“Jadi ini anggotanya semua anak muda, yang pria maupun wanita juga sudah baik penampilanya, ini merupakan capaian yang baik, namun ada beberapa poin sebagai syarat pementasan yang perlu diperdalam lagi, seperti pengambilan nafas pada vokal, penempatan nada yang pas, melodi, gerak tubuh dan bahkan irama musiknya,” ujarnya.
Lagu yang akan ditampilkan pada pementasan PKB Tahun 2019 ini ada dua kriteria yaitu remaja dan anak-anak. Lagu yang dibawakan anak-anak yakni lagu Jempiring Putih maskot Kota Denpasar, lagu Metle yaitu beberapa Tembang Rare yang dipadukan menjadi satu yaitu lagu Ratu Anom, Curik-Curik, Made Cenik, dan lagu dewasa yakni lagu Toh Langkir, Pindekan Pakubon dan satu lagu wajib yaitu lagu Sasih Kaulu yang diiringi dengan musik tradisional seperti Gangsa, Suling, Rindik dan musik modern drum, Keyboard, Gitar dan Bass. (car)










