Jaga Stabilitas Ketentraman dan Ketertiban Hari Suci Nyepi, Pol PP Gelar Apel Pasukan Pengamanan

22 Views

DENPASAR-fajarbali.com | Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar menggelar Apel Pasukan Pengamanan Hari Suci Nyepi Tahun Caka 1941  di Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung Senin (4/3)

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar menggelar Apel Pasukan Pengamanan Hari Suci Nyepi Tahun Caka 1941  di Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung Senin (4/3). Upacara ini dipimpin Komandan Kodim 1611 Badung,  Letkol Infanteri Handoko Yudho Wibowo.

Dalam kesempatan tersebut juga dihadiri Dandenpom IX Udayana, Letkol Cpm Harjono Pamungkas Putro, Asisten I Pemerintahan dan Kesra I Made Toya, Kasatpol PP Kota Denpasar I Dewa Anom Sayoga dan beberapa Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah Pemerintah Kota Denpasar.

Komandan Kodim 1611 Badung  Letkol Infanteri Handoko Yudho Wibowo menyambut baik dilaksanakannya apel kesiapan melalui gelar pasukan  ini. Hal ini untuk menunjukan kepada masyarakat bahwa pemerintah hadir di dalam setiap kegiatan masyarakat, apalagi nuansanya adalah kegiatan budaya yang sejalan dengan visi dan misi  Pemerintah Kota Denpasar. ‘’Sudah sepatutnya kita semua ikut peduli dan ikut bertanggung jawab atas keberlangsungan pembangunan di Kota Denpasar. Tanpa meninggalkan ciri khas dan jati diri, budaya masyarakat Kota Denpasar,’’ ucapnya.

Kasatpol PP Kota Denpasar I Dewa Anom Sayoga membenarkan, gelar Pasukan Pengamanan Hari Suci Nyepi dilaksanakan untuk mengembalikan ciri khas dan jati diri Kota Denpasar, selain itu kegiatan ini juga untuk menjaga stabilitas ketentraman dan ketertiban umum. Maka dari itu dalam rangka pelaksanaan pengamanan Hari Suci Nyepi Tahun Caka 1941 dipandang perlu untuk mengerahkan seluruh potensi secara menyeluruh, terpadu dan partisipatif. Mengingat Kota Denpasar diarahkan menjadi Kota Kreatif.

Untuk itu dalam prosesi pengaman Hari Suci Nyepi semua pihak dikerahkan mulai dari prosesi pengamanan Upacara Pemelastian, Tawur Kesanga, Pelaksanaan Pawai atau Parade Ogoh-ogoh serta saat Bratha Penyepian.

Dalam prosesi pengawalan dan pengamanan Sayoga mengaku personil yang dilibatkan sebanyak 1.000 orang yang terdiri dari  pasukan TNI, POLRI, Linmas, Pecalang dan Saba Upadesa. “Prosesi pengawalan dan pengaman ini secara total sebanyak 1.000 orang. Selain itu dalam kegiatan itu pihaknya juga mengerahkan Linmas  seluruh kecamatan Desa Kelurahan Pecalang didukung Jero Bendesa di masing-masing Desa Pakraman,’’ ujar Sayoga.

Pihaknya mengaku melibatkan banyak personil karena pengamanan prosesi Upacara Nyepi di awali dengan pemelastian sehingga berakibat kepadatan  lalu lintas saat menuju lokasi dan lokasi pemelastian. Selain kemacetan juga akan berdampak masalah kebersihan. Oleh sebab itu pihaknya melibatkan dari berbagai pihak.

Tidak hanya pengaman dan pengawasan, pihaknya juga akan melakukan tindakan tegas kepada masyarakat yang menggunakan house music dan sound system pada saat pengerupukan. Selain itu pihaknya juga akan bertindak tegas bagi yang membuat ogoh-ogoh berbau politik dan menggunakan bahan tidak ramah lingkungan. Tindakan tegas itu harus dilakukan sesuai dari hasil kesepakatan bersama antara Majelis Madya Desa Pakraman dan sabha Upadesa Kota Denpasar dan Sabha Upadesa Kota Denpasar. Surat edaran Walikota Denpasar dan Surat Keputusan Walikota Denpasar. (car)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Melasti, Pantai Padanggalak Disesaki Umat

Sen Mar 4 , 2019
22 ViewsDENPASAR-fajarbali.com | Sepertitahun-tahun sebelumnya, serangkaian Hari Suci Nyepi umat Hindu terutama di Kota Denpasar sejak Minggu (3/3) lalu dan puncaknya Senin (4/3) kemarin melalkukan upacara melasti. Sejumlah pantai yang membentang di pesisir Denpasar dipadati umat Hindu untuk menggelar melasti. Titik terpadat sebagai lokasi melasti, yakni Pantai Padanggalak, Kesiman.