Untuk memastikan keberlanjutan dan keamanan tanaman, peran serta aktif masyarakat desa sekitar dinilai krusial. Sutjidra menyatakan bahwa pengelolaan pasca-tanam akan diserahkan kepada masyarakat, dengan harapan mereka menjadi penjaga utama. Edukasi pun diberikan kepada masyarakat untuk menjaga tanaman atau pohon yang baru saja ditanam.”Agar tidak nanti setelah kita tanam hilang lagi. Ya, jadi mereka tadi diberikan edukasi agar mereka menjaga pohon-pohon ini. Jadi bukannya mati tapi hilang. Kita sampaikan kepada masyarakat agar betul-betul kita jaga bersama kawasan Danau Tamblingan ini,”katanya.
Kegiatan penghijauan ini bukan yang terakhir. pihaknya mengungkapkan rencana tindak lanjut di kawasan Danau Buyan pada tanggal 5 Juni 2025 mendatang bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Meski jumlah pastinya masih dalam perencanaan, ia menyebutkan kemungkinan jumlah pohon yang ditanam akan lebih banyak lagi.”Ya mungkin di Buyan mungkin lebih banyak lagi nanti. Jadi, sedang kita usahakan tanaman-tanaman yang memang betul-betul tanaman yang menyerap air itu di sana,”tutup Bupati Sutjidra.
Aksi tanam pohon di kawasan Danau Tamblingan ini menjadi simbol nyata sinergi TNI, Pemerintah Provinsi Bali, Pemkab Buleleng, dan masyarakat dalam upaya kolektif menjaga kelestarian kawasan hulu dan sumber daya air vital bagi Buleleng. Seraya memberikan manfaat ekonomi melalui tanaman produktif. Keberhasilan jangka panjangnya kini bergantung pada komitmen perawatan dan penjagaan oleh masyarakat desa setempat. @gus










