“Kami ingin menghadirkan dokter spesialis dan ruang rawat inap di semua puskesmas, dengan fasilitas yang ramah disabilitas dan menyediakan ambulans gratis untuk membantu warga dalam situasi darurat," ungkapnya.
I Nengah Yasa Adi Susanto menambahkan, pentingnya upaya-upaya perlindungan bagi anak dan perempuan.
Perlindungan anak dan perempuan sesuai dengan UU No. 23 Tahun 2024 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga, menurutnya menjadi bagian dari komitmen paket ABDI. Salah satu caranya dengan membangun Rumah Aman bagi korban kekerasan
Tak ketinggalan, psangan Abdi juga berkomitmen untuk memberikan pelatihan keterampilan bagi penyandang disabilitas dan kelompok marginal di Denpasar.
Ia menegaskan, program pelatihan ini akan dilakukan di Balai Latihan Kerja (BLK) untuk meningkatkan akses mereka terhadap pendidikan dan keterampilan kerja. Sehingga mereka memiliki kemampuan yang memadai untuk dapat bekerja dan membantu keluarga.
Selain itu, mereka berencana membangun rumah tinggal dan menyediakan potongan biaya listrik bagi masyarakat marginal.
Dalam hal tata kelola pemerintahan, pasangan ini berkomitmen pada prinsip good governance dan berjanji untuk menciptakan pemerintahan yang bersih dari korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
"Korupsi adalah penyakit yang menggerogoti anggaran pembangunan dan merugikan rakyat yang sudah taat membayar pajak," pungkas Bro Adi, sapaannya.










