TABANAN - Fajarbali. com | Semarak Tanah Lot Festival ke-7 resmi dimulai Jumat, 28 Agustus 2026. Hari pertama festival yang mengusung tema "Tabanan sebagai Titik Kumpul" Seni dan Budaya Bali, langsung diserbu ribuan pengunjung yang ingin menyaksikan pertunjukan seni budaya sekaligus menikmati kuliner lokal.
Festival dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga di kawasan wisata Tanah Lot. Usai pembukaan, Wabup Dirga didampingi panitia langsung berkeliling meninjau stand-stand kuliner dan UMKM yang menjadi salah satu daya tarik utama festival tahun ini.
Dalam kunjungannya, Wabup menyapa para pelaku UMKM dan mencicipi sejumlah sajian khas Tabanan. Ia mengapresiasi semangat masyarakat yang terlibat aktif dalam festival.
"Ini bukti bahwa festival bukan hanya soal hiburan. Ini adalah ruang untuk menggerakkan ekonomi lokal. Saya minta ke depan Tabanan terus menjadi titik kumpul bagi seniman, pelaku UMKM, dan wisatawan untuk bertemu, berkreasi, dan bertumbuh bersama," ujar Wabup Dirga.
Kemeriahan hari pertama dipusatkan di Panggung Budaya. Di hari pertama tanah Lot Festival, sebanyak 9 desa adat menampilkan tarian tradisional khasnya, yaitu Desa Adat Jadi, Cempaka, Mundeh, Batan Pole, Pandak Bandung, Abian Tuwung, Kelaci Kelod, Dalem Yangapi, dan Beraban.
Penampilan paling mencuri perhatian datang dari Desa Adat Beraban selaku tuan rumah. Tepat pukul 15.00 WITA, Desa Beraban menampilkan parade Gebogan dan Beleganjur. Arak-arakan gebogan setinggi lebih dari 2 meter dan tabuhan beleganjur yang menghentak sukses memukau wisatawan hingga acara berakhir pukul 16.00 WITA.










