Jadikan Skrining Pra Nikah “Lifestyle” Catin Muda

F8C206E8-3774-499A-BC88-F1A8C69E45EC-7ee3f44c

dr. Luh De, dikonfirmasi saat resepsi pernikahan putranya, di Denpasar, Selasa (27/12) mengatakan, ELSIMIL menjadi penting karena termasuk hulu dari upaya pencegahan stunting. Program ini juga menjadi indikator yang dimasukkan dalam Inovasi “Semara Ratih” yang telah dilaunching Pemda Tabanan pada 23/11 lalu sebagai salah satu upaya dalam Percepatan Penurunan Stunting.

Dia mengajak calon pengantin (catin) khususnya yang berusia muda agar menjadikan skrining pra nikah sebagai "lifestyle" sebelum mengarungi bahtera rumah tangga.

Ia juga mengimbau pengantin untuk menghindari  4T dalam melahirkan. 4T terdiri dari; Terlalu muda melahirkan (<21 tahun) , terlalu tua melahirkan (>35 tahun), terlalu sering/banyak (> 2 anak), dan Terlalu dekat jarak melahirkan (<3 tahun).

Dengan mengikuti anjuran pemerintah, dalam hal ini BKKBN sebagai Koordinator Percepatan Penurunan Stunting Nasional, ia yakin target pemerintah menuju Indonesia Emas tahun 2045 bakal terwujud. Saat ini, kata dia, prevalensi stunting nasional masih tinggi, 24,4 persen sedangkan Bali 10,9 (SSGI 2021).

"Kami sedang menunggu SSGI terbaru. Dan kami yakin untuk di Bali pasti turun seiring berbagai langkah kolaboratif yang kami lakukan bersama stakeholder lainnya," jelasnya.

Lebih lanjut, dr. Luh De --sapaan akrabnya, berpendapat, pernikahan putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep dengan Erina Sofia Gudono beberapa waktu lalu menjadi percontohan bagi catin.

Saat upaca pernikahannya, kata Luh De, Kaesang-Erina juga menunjukkan sertifikat ELSIMIL yang diserahkan oleh Penghulu KUA Depok, Yogyakarta.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top