Roy Rudolf Huisen menjabarkan, dengan hibah tersebut, program kegiatan Prodi Sistem Informasi yaitu “Peningkatan Kualitas Lulusan Melalui Pemahaman Konsep Intelligent Data Analytical and Computational Technology (IDACT) serta Pengembangan Kompetensi Dosen dan Mahasiswa di Bidang Big Data Computing and Visualization (BDCV)”. Sedangkan prodi Sistem Komputer dengan kegiatan “Peningkatan kualitas lulusan melalui pemahaman konsep smart and secure technology (SST) dan pengembangan kompetensi dosen dan mahasiswa di bidang cyber defense and forensic (CDF)”.
“Intinya, dari anggaran sebesar Rp 1,2 miliar lebih tadi, 50 persen akan digunakan untuk membantu membiayai kegiatan magang mahasiswa selama tiga bulan, peningkatan kualitas dosen, dan pengadaan sarana pendukung laboratorium, sisanya 50 persen lagi untuk tata kelola,” terang Roy Rudolf Huizen.
Lebih jauh Roy Rudolf Huizen menyampaikan, tahun 2022 ini memang penuh prestasi bagi ITB STIKOM Bali. Sebab selain memperoleh daba hibah PKKM tadi, ITB STIKOM Bali juga mendapat dana hibah dari platform Kedaireka, Kemendikbudristek, berupa bantuan pendanaan program matching fund senilai Rp 900 juta untuk pemberdayaan dosen dan mahasiswa.
Dikatakan Roy Rudolf Huizen, dosen pengusul proposal dan berhasil memperoleh dana hibah tersebut adalah Dr. Gede Angga Pradipta, ST., M.Eng dengan judul “Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Eksekutif Terintegrasi (Simeta) Pada Tata Kelola Badan Usaha Pemerintah”, dan dosen Ricky Aurelius Nurtanto Diaz, S.Kom, MT mengajaukam proposal dengan judul “Peningkatan Tata Kelola Pelayanan Informasi Cuaca Penerbangan Berbasis Digital Pada Stasiun Meteorologi Kelas I Gusti Ngurah Rai”. Hal itu tertuang dalam pengumuman nomor: 0540/E/KS.06.02/2022 tertanggal 12 Juli 2022 yang ditandatangi oleh Plt. Dirjen Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi Prof. Ir. Nizam, M.Sc., Ph.D.










