"Saat ini kami memiliki mahasiswa sebanyak 7000 lebih yang menempuh pendidikan di 3 kampus baik itu di Renon, Jimbaran ataupun Abiansemal. ITB STIKOM Bali memiliki 5 program studi dan 2 program kerjasama dengan pihak luar negeri," tegas Made Astiti.
Prof. Dr. I Made Bandem mengatakan maksud diadakannya acara ini untuk mengapresiasi kepada media serta membantu ITB STIKOM Bali dalam mensosialisasikan segala macam kegiatan yang dilakukan oleh stakeholder. Ia juga menjelaskan pada tanggal 23-24 Januari 2023 ITB STIKOM Group mengadakan Rakornas (Rapat Koordinasi Nasional) untuk melakukan evaluasi kegiatan 30 unit bisnis STIKOM Bali Group selama tahun 2022.
"Ketua Yayasan Widya Dharma Shanti Denpasar menetapkan bahwa tahun 2023 ini menetapkan sebagai tahun keunggulan baik itu stakeholder ITB STIKOM Bali maupun yang lainnya dalam melakukan suatu kegiatan," jelas Prof Bandem.
Prof Bandem menambahkan ITB STIKOM Bali berdiri pada awal 2002 merupakan perguruan tinggi yang otonom karena tidak mendapatkan bantuan, kecuali hibah-hibah dari pemerintah. Berbagai prestasi yang diraih ITB STIKOM Bali sebagai bukti kesungguhan untuk mengelola perguruan tinggi.
"Saya ingat sekali waktu mendirikan ITB STIKOM Bali atau sulu masih bernama STIMIK STIKOM Bali pada waktu itu Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) memberikan izin terkait program studi yang mau dikembangkan, yakni Jaringan Komputer, dan Jaringan Informasi," tambahnya.
Diakhir acara tersebut, ITB STIKOM Bali juga melaksanakan penandatanganan MoU dengan 40 media cetak dan online yang selama ini sudah medukung ITB STIKOM Bali serta membagikan door prize. (rl)










