Namun demikian, di hadapan para guru peserta seminar, Dadang berpesan bahwa pendidikan karakter jangan sampai dilupakan di tengah gempuran teknologi dan arus globalisasi.
Sebagai pendidik, Dadang mengaku miris melihat banyaknya pejabat-pejabat yang terlibat bermacam kasus yang memalukan. Indonesia, kata Dadang, tidak kekurangan orang pintar, hanya saja dalam hal karakter perlu digembleng lagi.
"Kita lihat bagaimana seorang jenderal berbuat memalukan. Pejabat pajak juga berbuat serendah itu. Setelah sukses mereka tercela. Mereka dulu adalah murid-murid kita. Saya lihat ada kekeliruan," katanya.
Karenanya, Dadang meminta pendidikan karakter hendaknya diselipkan di setiap perkuliahan atau pembelajaran, seperti halnya di ITB Stikom Bali group.
"Kami di setiap perkuliahan menyelipkan 5-10 menit materi yang menggugah karakter peserta didik. Ini di luar ketentuan mata kuliah yang diwajibkan oleh undang-undang tentang Pendidikan, yakni Pancasila, Kewarganegaran, Agama dan Bahasa Indonesia," pungkas Dadang.
Hadir sebagai narasumber, Andiantono, seorang pengembang sistem informasi. Pada kesempatan itu juga dirangkai kerja sama lanjutan antara ITB Stikom Bali dengan SMA Bali Mandara. (gde)










