Inovasi Pelayanan Publik BUMDes Desa Bakbakan, Gianyar Menghadapi Pandemi Covid-19

Inovasi BUMDes

Ketua tim peneliti I Wayan Arya Sugiarta (paling kiri) saat turun ke lokasi penelitian di BUMDes Desa Bakbakan, Kabupaten Gianyar, belum lama ini.

 

GIANYAR – fajarbali.com | Badan Usaha Milik Desa atau BUMDes dibentuk oleh pemerintah desa untuk mendukung perekonomian desa serta mengembangkan potensi ekonomi, kelembagaan dan seluruh sumber daya alam dan sumber daya manusia yang dimiliki desa dalam rangka meningkatkan kesejahteraan.

Akademisi Universitas Ngurah Rai I Wayan Arya Sugiarta menyebut, BUMDes menghadapi tantangan tersendiri di era Pandemi Covid-19. Sehingga pihaknya melakukan penelitian bertajuk “Inovasi Pelayanan Publik BUMDes Desa Bakbakan, Gianyar dalam Menghadapi Pandemi Covid-19”.

Dibantu peneliti anggota; I Nyoman Suargita, I Made Artayasa, serta mahasiswa Ni Nyoman Padmi dan I Wayan Geriana, penelitianya ini bertujuan untuk mengetahui inovasi pelayanan publik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam menghadapi pandemi Covid-19 di Desa Bakbakan, Gianyar.

“Tujuan lainnya juga untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat inovasi pelayanan publik BUMDes dalam menghadapi pandemi Covid-19,” jelas Arya Sugiarta.

Ia menjelaskan, penelitian tersebut menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. “Teori inovasi menurut Suryani (2008:305) menjelaskan indikator inovasi yaitu karakteristik inovasi (produk), saluran komunikasi, upaya perubahan dari agen, dan sistem sosial,” imbuhnya.

Arya Sugiarta yang juga Sekretaris Program Pascasarjana Universitas Ngurah Rai ini mengungkapkan, hasil penelitiannya menunjukkan, bahwa inovasi pelayanan publik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam menghadapi pandemi Covid-19 di Desa Bakbakan belum dapat dilaksanakan secara maksimal akibat adanya wabah virus global tersebut.

Ia melanjutkan, berdasarkan hasil analisis menggunakan Teori Inovasi menurut Suryani (2008:305) yang menunjukkan bahwa BUMDes Laba Desa memiliki empat program inovasi pelayanan publik yaitu jogging track dan wisata alam Air Terjun Taman Sari, wisata spiritual yaitu Beji Taman Sari , inovasi keuangan seperti bisnis dan warung dan sektor kesejahteraan melalui Pamsimas.

Dari empat program inovasi pelayanan publik, hanya program inovasi pelayanan publik melalui Pamsimas yang dapat dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan, sedangkan tiga program inovasi lainnya tidak dapat dilaksanakan karena pembatasan massa dan penutupan sementara untuk mematuhi peraturan pemerintah terkait pencegahan penyebaran penyakit Covid19.

Faktor pendukung inovasi pelayanan publik BUMDes adalah kerjasama dengan pemerintah dan partisipasi masyarakat, sedangkan faktor penghambatnya adalah kurangnya fasilitas pendukung pelayanan publik seperti komputer sehingga pelayanan masyarakat kurang maksimal. (rl/gde)

Next Post

Rayakan HUT Ke-31, Goldmart Hadirkan Perhiasan Varian Baru Yang Elegan dan Glamor

Jum Sep 9 , 2022
Produk perhiasan dari Goldmart. DENPASAR-fajarbali.com | Goldmart merupakan perhiasan pilihan terbaik bagi wanita masa kini, selain itu Goldmart juga mempunyai kualitas yang tak lekang oleh waktu. Tahun ini, Goldmart merayakan hari jadi yang ke-31 tahun dengan menawarkan banyak varian baru koleksi perhiasan wanita, baik untuk anak-anak maupun dewasa. Produk-produk Goldmart […]
IGA Komang Widariani_1-6c246f35