Yulinisiah beralasan, dipilihnya Fishum UNR, karena dari segi usia, UNR merupakan PTS tertua di Bali, selain akreditasi institusinya sudah B.
"Harapan kami, apa yang menjadi kesepakatan melalui kerja sama nantinya capaian kinerja terwujud dan kualitas fakultas dan prodi sebagai indikasi semakin meningkat," kata dia.
Dekan Fishum UNR Dr. Drs. I Wayan Astawa, SH, MAP merasa terhormat atas dipilihnya UNR oleh Universitas Bengkulu sebagai tempat untuk melakukan desiminasi dan kerja sama dalam PKM Nasional.
Pihaknya berharap penelitian-penelitian yang dilakukan dosen dapat dipublish baik secara nasional maupun Internasional, agar hasil penelitian yang dilakukan dapat bermanfaat untuk masyarakat.
"Kami juga akan melakukan persiapan secara maksimal untuk melakukan kunjungan balasan ke Fisip Bengkulu," kata Astawa.
Di hari yang sama, kegiatan dilanjutkan dengan PKM Nasional "Sosiisasi Penggunaan Eco Enzym menjadi Kebutuhan Rumah Tangga Memiliki Nilai Ekonomis".
Agus Norma, narasumber dalam sosialisasi tersebut merasa senang dapat berbagi ilmu dengan akademisi dari UNR dan Universitas Bengkulu terkait sosialisasi pembuatan eco enzym dan manfaat bagi kehidupan.
Praktik bersama pembuatan eco Enzym di Kantor Desa Penatih Dangin Puri Denpasar.
Namun, Gus Norma sendiri tidak merasa jumawa ketika memberikan pengalamannya kepada akademisi, meski dia sendiri merupakan orang lapangan yang terus berkutat dalam penggiat lingkungan.
"Yang terpenting mari bersama berbagi dan berbuat untuk lingkungan," kata pria bertato namun ramah ini.











