Ini Dia Kisah Hidup Daeng Ipung yang Terangkum dalam Buku Setebal 185 Halaman

Seminggu setelah dianiaya, Daeng Ipung nekat menenggak cairan pembasmi serangga. Namun ia hanya tidak sadarkan diri dan mati suri selama 4 hari dalam perawatan di RSUP Sanglah Denpasar.

Daeng Ipung tak berhenti menyalahkan Tuhan, lantaran ingin mengakhiri hidup namun masih diberi nafas. Pada saat sadar usai mati suri, ia terngiang petuah almarhum ayahnya, "Jadilah orang kuat, berani, selama kamu benar dan jujur".

Di titik inilah, Daeng Ipung sadar ada maksud dari Tuhan kenapa selalu menjaga agar nafasnya tak terlepas dari raganya.

Perlahan Daeng Ipung bangkit, petuah dari almarhum Daeng Abdul Kadir kemudian ia jadikan pegangan hidup hingga saat ini.

"Petuah Bapak, orang yang sungguh mencintai saya dengan segenap rasa yang dimilikinya. Petuah Bapak akhirnya menjadi cemeti supaya tetap bertahan," ujarnya.

"Dalam lakon kehidupan segetir apapun, saya berupaya berjuang karena petuah Bapak yang melecut membangkitkan saya. Petuah Bapak, Daeng Abdul Kadir, lelaki berhati seluas samudera yang selalu menjadi matahari, menjadi lentera di kegelapan malam guna menerangi hari-hari saya," tegasnya.

Daeng Ipung juga mengungkapkan, dibuatnya buku ini untuk mencari identitas tentang dirinya, memberi pesan kepada keluarga besar Daeng Abdul Kadir, Daeng Syaban dan Daeng Sappar bahwa di Denpasar, Bali ada keturunan mereka yang masih hidup sampai sekarang.

"Saya Daeng Ipung anak dari Daeng Abdul Kadir. Saya pingin mereka yang ada di Bugis mendatangi saya, saya masih hidup, carilah saya karena saya tidak bisa mencari kalian dan saya tidak mempunyai satu lembar identitas pun tentang diri saya," tuturnya.(eli)

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top