Ini Dia Kisah Hidup Daeng Ipung yang Terangkum dalam Buku Setebal 185 Halaman

DENPASAR-Fajarbali.com|

DENPASAR-Fajarbali.com|Aktivis perempuan dan anak di Bali, Daeng Ipung atau Siti Sapura membuat buku. Banyak kisah diulas di dalam buku setebal 186 halaman ini, terutama tentang kehidupan pribadinya.

"Niat saya untuk membuat buku ini sudah sangat lama, jauh sebelum menangani kasus Angeline, saya sudah punya keinginan untuk membuat buku tentang saya," ucapnya saat launching buku, Selasa (29/3/2022) di Denpasar.

Perempuan yang berprofesi sebagai pengacara ini mengungkapkan jika nama aslinya adalah Daeng Ipung, anak dari Daeng Abdul Kadir (almarhum). Bukan Sapura atau Siti Sapura seperti yang orang kenal selama ini.

Sejak ayahnya meninggal, Daeng Ipung mengatakan jika kehidupannya berubah drastis dari putri seorang pengusaha sukses di Serangan, Denpasar, menjadi anak sebatang kara.

Di usia 4 tahun, ia banting tulang menangkap nener (anak ikan bandeng) dan keong yang ada di pantai. Hal itu dilakukan tiga kali dalam sehari.

Tidak hanya itu, Daeng Ipung kecil juga mengurus pekerjaan rumah seperti mengepel lantai, mencuci piring dan pakaian, menyapu rumah dan lainnya.

"Setiap saat harus siap dihardik atau dipukul ketika tanpa sengaja ada gelas atau piring meluncur jatuh dari tangan saya," tuturnya.

Peristiwa cukup tragis ia alami ketika usia 22 tahun. Di mana saat itu ia hanya mengenakan pakaian tidur, mendadak ditarik dari kamar oleh orang-orang yang selama ini dianggapnya keluarga.

"Dengan tega mereka lalu menginjak-injak saya mulai dari kepala hingga kaki. Jangan ditanya rasa sakit dan luka hati yang saya alami. Setelah puas menginjak-injak, saya dilempar begitu saja di depan rumah," bebernya.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top