DENPASAR - Fajabali.com | Pria berkebangsaan Irlandia, Ciaran Francis Caulfield yang diseret ke pengadilan dalam kasus penganiayaan menumpahkan kegundahannya atas persoalan yang menimpanya.
Ini dikarenakan dirinya merasa mempunyai ikatan batin yang kuat dengan Pulau Bali, terutama pascaperistiwa Bom Bali I pada 12 Oktober 2002 silam di Kuta.
"Ada pepatah yang mengatakan, "bukan kamu yang memilih Bali, melainkan Bali lah yang memilih kamu"," ujarnya dalam surat yang dibuatnya, Senin (29/6/2020).
Ia menuturkan, kedatangannya pertama kali ke Bali akhir tahun 2002 awalnya dalam rangka urusan bisnis. Namun ketika melihat dampak dari peristiwa kelabu tersebut, ia merasakan hal yang sama seperti yang dirasakan masyarakat Bali pada saat itu.
"Saya adalah salah satu dari sekian banyak warga negara Irlandia yang pernah merasakan dampak dari peristiwa kejam seperti ini di pulau saya sendiri sepanjang tahun 1970-an dan 1980-an. Pengalaman pahit itulah yang membuat saya jadi cepat memiliki ikatan batin dan merasakan penderitaan yang dialami oleh Pulau Bali," lanjutnya.
Tidak hanya itu, keramah-tamahan penduduk Bali dan kehijauan alam sekitarnya membuat dirinya jatuh cinta dan berkomitmen untuk berinvestasi, mengembangkan, membangun bisnis, serta membuat Pulau Dewata ini sebagai rumah tinggalnya.
"Kala itu saya sedang membesarkan ketiga anak saya di Eropa sambil mengelola bisnis di bidang medis, keuangan, dan bisnis properti saya di sana. Selama delapan tahun berikutnya saya menghabiskan sebagian besar waktu saya di Eropa," tuturnya.










