Influencer Asal Rusia Sergei Domogatsky Diburu Polda Bali dan Bareskrim, Kombes Ariasandy: Kami Tunggu Itikad Baiknya

IMG_20260109_220213
SERGEI-Dalam tangkapan layar terlapor Sergei Domogatsky saat melakukan konten konten di Bali.
DENPASAR -fajarbali.com |Terduga terlapor Sergei Domogatsky alias Mr.Terimakasih hingga kini masih mangkir dalam panggilan aparat kepolisian Polda Bali. Padahal saat ini penyidik Polda Bali telah menerima 50 laporan dari korban yang merasa dirugikan akibat modus penipuan investasi villa milik influencer asal Rusia tersebut. Total kerugian pun kini diperkirakan mencapai Rp.130 miliar.
 
Sumber menyebutkan, tambahan 20 korban itu diterima penyidik, pada tanggal 5 dan 7 November 2025. Mereka berasal dari Belanda, Jerman, Rusia, Kyrgyzstan hingga Asia Tengah, bahkan ada juga warga Indonesia. Puluhan korban ini berasal dari sejumlah negara. Tidak menutup kemungkinan jumlah korban akan bertambah. 
 
Diinformasikan, Sergei Domogatsky menggunakan modus janji-janji pembangunan Vila yang akan di mulai pada Bulan Desember 2023. Namun proyek pembangunan vila tidak ads kejelasan hingga terus mundur ke Januari–Februari 2024. 
 
Hingga enam bulan berlalu, pembangunan tak kunjung dimulai, padahal para investor ini diminta membayar sisa dana 50 persen sebesar USD 85 ribu. Namun lantaran proyek belum berjalan, korban menolak melunasi pembayaran. 
 
Terlapor Sergei kemudian menawarkan skema baru, yakni pemindahan investasi ke proyek lain bernama “Mini Santorini”, dengan janji uang USD 85 ribu sudah cukup untuk satu unit villa. 
 
“Awalnya kami dijanjikan pembangunan selesai dalam 6–9 bulan. Namun hingga November 2024, tidak ada satu pun pembangunan dimulai,” beber sumber. 
 
Merasa dirugikan, para korban menuntut pengembalian dana penuh. Tapi Sergei sempat berjanji akan mengembalikan uang dalam waktu 1–2 bulan. Namun janji itu tak pernah terealisasi. 
 
Bahkan korban telah mengirimkan surat resmi pemutusan perjanjian ke alamat terdaftar Sergei, pada 1 Maret 2025. Termasuk melalui pesan WhatsApp kepada Domogatsky dan rekan-rekannya. Hasilnya nihil. 
 
"Tapi Sergei malah memblokir para korban di WhatsApp dan tidak lagi merespons,” sebut sumber. 
 
Dalam kejadian tersebut, para korban mengaku mengalami kerugian material sebesar USD 160 ribu atau sekitar Rp 2,5 miliar. Para korban lantas melaporkan Sergei ke Direktorat Reserse Siber Polda Bali terkait dugaan tindak pidana penipuan online. 
 
Sebagai barang bukti, korban melampirkan bukti transfer, percakapan WhatsApp dan Instagram, kontrak perjanjian, serta salinan paspor. 
 
Sementara itu, Kabidhumas Polda Bali Kombes Pol Ariasandy, S.I.K., membenarkan penambahan jumlah korban. Polda Bali masih mendalami seluruh laporan dan menelusuri keberadaan Sergei Domogatsky yang diduga berada di luar negeri. 
 
"Penanganan kasus dugaan penipuan investasi yang melibatkan Sergei Domogatsky alias Mr. Terima Kasih tetap berjalan sesuai prosedur," ungkapnya, saat dikonfirmasi awak media, pada Jumat 9 Januari 2026. 
 
Ditegaskanya, penyidik Polda Bali memastikan seluruh laporan dari para korban WNA diproses secara profesional. Bahwa mangkirnya Sergei dari panggilan pertama tidak menghentikan langkah penyidik. Karena itu telah diberikan panggilan kedua. 
 
"Perkembanganya akan saya tanyakan ke penyidik. Kami tunggu itikad baiknya untuk memenuhi panggilan. Karena ini menjadi atensi Polda Bali dan Mabes Polri,” pungkas mantan Kabid Humas Polda NTT. R-005 

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top