Industri Pariwisata Belum Optimal, Pertanian Jadi Sektor Pilihan Pascacorona

Denpasar-fajarbali.com | Pengamat ekonomi sekaligus praktisi pertanian Bali, AA Gede Agung Wedhatama P mengatakan, bidang pertanian akan menjadi sektor yang cukup menjanjikan dari segi ekonomi pasca-pandemi Covid-19 berlalu. Untuk mewujudkan ketahanan pangan melalui sektor pertanian ini, salah satunya bisa dilakukan dengan membentuk terminal pangan di desa-desa atau kecamatan.

 “Nantinya, terminal pangan tersebut tidak hanya untuk edukasi di bidang pertanian saja, namun juga berfungsi sebagai usaha padat karya yang berbasiskan pertanian lokal sekaligus guna merangkul regenerasi SDM di bidang pertanian, sehingga Bali mampu menjadi eksportir di bidang tersebut selain juga ekspor pada komoditi industri kreatif,” jelasnya, Minggu (9/1).

  Wedhatama menuturkan, bukan sektor pariwisata yang akan meningkat atau menjanjikan pasca Covid-19 karena sektor pariwisata hanya bersifat temporer. “Untuk sektor pariwisata pasca-pandemi Covid-19 nanti hanya akan meningkat beberapa saat saja, masyarakat akan bosan dan kembali ke rumah,” katanya.

  Ia menilai sektor pertanian khususnya pangan akan meningkat karena masyarakat sudah sadar bahwa yang paling terpenting saat ini dan di masa yang akan datang adalah urusan pangan. “Jadi yang terjadi saat ini di tengah pandemi Covid-19 ialah orang-orang hanya butuh pangan, tidak bisa bertani secara mandiri untuk keperluan sendiri,” imbuhnya.

  Oleh karena itu, kata dia, investasi juga akan beralih pada pertanian pangan dan investor akan mencari lahan untuk bertani, termasuk investor dari luar negeri yang di negara asalnya tidak memiliki lahan untuk bertani. “Jadi menurut saya, ini bisa dimanfaatkan oleh RUU Cipta Kerja dalam mengatur investasi luar negeri. Lahan di Bali mencukupi untuk pertanian maupun peternakan,” sebutnya.

  Wedhatama menambahkan, selain pertanian, memang ada sejumlah sektor lain yang berpotensi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Bali di masa depan, yakni ekonomi kreatif berbasis digitalisasi. Di sektor ekonomi kreatif, Bali memiliki peluang besar meski kurang mendapatkan sentuhan seperti pelatihan teknik pengemasan yang menarik.

  Meskipun pertanian memiliki potensi, ia mengatakan pengembangan pertanian di Bali saat ini dihadapkan dengan sejumlah tantangan. Mulai dari risiko tanaman mudah rusak, kurangnya sentuhan teknologi, maraknya alih fungsi lahan, rendahnya partisipasi generasi muda, luas lahan yang tidak ekonomis, hingga kompetensi generasi muda yang rendah di sektor pertanian. “Meskipun memiliki tantangan, saya melihat kebijakan pemerintah daerah maupun pusat saat ini mulai mendukung pengembangan sektor pertanian,” tutupnya. (dha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

PTM 100 Persen di Karangasem Mulai Dilaksanakan

Ming Jan 9 , 2022
AMLAPURA-fajarbali.com | Mulai Senin (10/1) hari ini, Pemkab Karangasem bakal melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara serentak. PTM 100 persen bakal digelar di seluruh satuan pendidikan, dari  sekolah TK, SD, SMP, dan SMA/SMK. Hal itu dikatakan Kepala dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karangasem, I Wayan Sutrisna, Minggu (9/1) kemarin.