Tim hukum ini, lanjut Mudita, bertujuan untuk mengimbangi berita-berita yang muncul. "Berita yang beredar selama ini terkesan sepihak, tak berdasar, tanpa bukti, dan menyudutkan klien kami. Bahkan seperti peradilan jalanan," imbuhnya, sembari menegaskan pihaknya telah menginventarisir sejumlah bukti pemberitaan termasuk sejumlah oknum di media sosial.
Gusti Ngurah Artana yang juga kuasa hukum Indra Udayana meminta Senator Pasek Suardika memberi atensi serius terhadap persoalan ini karena menyangkut nama baik Bali. Ia mengaku sangat keberatan dengan kalimat 'Bali pulau surga bagi pelaku faedofilia' yang acap kali dilontarkan anggota SWAP.
"Kami mohon kepada Pak Pasek, dengan segala kewenangan yang dimiliki sebagai Senator dapil Bali agar memperhatikan persoalan ini dengan serius. Demi menjaga citra Bali," pintanya.
Menanggapi hal itu, Senator yang karib disapa GPS mengaku sejak berita ini muncul sudah memberi perhatian serius, baik di media sosial mau pun secara langsung mengundang anak-anak ashram dan pengajar. Bahkan ia juga telah membuat pernyataan sikap secara resmi. "Belum lama ini, kami terima anak-anak ashram. Setelah kami dengar tidak ada potret seperti yang dituduhkan selama ini. Mungkin dalam waktu dekat kami berkunjung lansung ke sana (Ashram, red),” jelas dia.
Lebih lanjut, ia mencium “bau amis” adanya upaya merusak citra lembaga pendidikan Hindu, yakni ashram. Ia mengaku telah menerima keluhan dari sejumlah pengelola ashram akibat pemberitaan yang bertubi-tubi selama ini, seluruh ashram terkena getahnya. Baginya, anak-anak dan ashram sendiri adalah korban dari media sosial.










