Serta tingkat kreatifitas dalam memanfaatkan secara efesien lahan untuk pembudidayaan lele serta kebiasaan atau pola pikir yang ada pada masyarakat sangat sulit untuk diubah, serta kurang tanggap terhadap berbagai perubahan terutama dalam alih teknologi dan inovasi.
Salah satu solusi yang diberikan Tim PKM yakni sosialisasi terkait pengembangan budidaya ikan lele dengan sistem bioflok, penggunaan teknologi dalam pemasaran berbasis digital serta penyusunan laporan keuangan.
Hasil PKM yang dilakukan oleh Kelompok 3 dengan dosen pembimbing Ir. I Made Kariyana, ST.,MT, Ni Nyoman Sudiyani, SE.,MM,Ak, Kadek Ary Purnama Dewi.,SH.,MH serta Ni Putu Yuliana Ria Sawitri, SE., MM menunjukkan sosialisasi dan pendampingan tentunya akan memberikan dampak secara langsung maupun tidak langsung bagi sektor sosial dan juga sektor ekonomi masyarakat khususnya warga banjar Gegadon, Mengwi, Badung.
Dengan adanya pengolahan budidaya lele dengan sistem bioflock dapat meningkatkan pendampatan paling tidak 10% pada tahun berikutnya.
Penambahan usaha yang dikelola juga berdampak pada sektor sosial masyarakat, dimana penambahan tenaga karyawan yang direkrut dalam mengelola usaha tersebut, sehingga membuka peluang usaha bagi warga setempat.
Kelihan Banjar Gegadon, I Ketut Sutha menyampaikan terima kasih kepada Tim PKM Kelompok 3 KAT UNR karena telah memilih Banjar Gegadon sebagai tempat menuangkan aspirasi dan membagi ilmu pengetahuan kepada Masyarakat di Linkungan Banjar Gegadon.
"Harapan kami tentunya agar Universitas Ngurah Rai menjalin hubungan baik dan dapat kembali datang ke Banjar Gegadon dengan ilmu dan pengalaman yang dapat disalurkan dan diimplementasikan guna pengembangan Banjar Gegadon," kata Sutha. (rl/gde).










