Hujan Deras, Dua Sekolah dan Puluhan Rumah Terendam Banjir

1-7
Situasi banjir yang menggenangi rumah warga

BULELENG-fajarbali.com | Hujan deras yang terus menerus mengguyur Kabupaten Buleleng membuat dua Sekolah Dasar serta puluhan rumah yang ada di Kecamatan Gerokgak terendam banjir. Dua seklah itu yakni, Sekolah Dasar (SD) Negeri 1 dan 2 Pengulon terendam banjir pasca hujan deras yang terjadi, Rabu (25/2/2026) sore hingga satu lutut orang dewasa.

Akibat banjir tersebut seluruh ruangan yang ada di sekolah SD 2 terendam oleh banjir dan proses belajar mengajar terpaksa tidak bisa berjalan.”Air hujan yang deras ditambah selokan air yang ada di depan sekolah meluap dimana airnya masuk kesekolah hal itu yang membuat sekolah terendam banjir,”jelas Kepala Sekolah SD Negeri 2 Pengulon, Renvil Delta Negara saat ditemui di Lokasi kejadian, Kamis (26/2/2026) pagi.

Menurut Renvil, akibat banjir yang melanda beberapa buku dan kertas yang baru dibeli terendam oleh banjir. Kebetulan tuturnya, diruang perpustakaan sedang dilakukan pembenahan tempat buku sehingga buku sebagian besar diletakkan di bawah.

“Akibat hujan deras air meluap dan sekolah kami terendan akibat air hujan dan selokan yang ada di depan sekolah yang meluap airnya masuk kedalam sekolah. Beberapa buku yang ada di perpustakaan yang terendam namun cuma sedikit. Kebetulan kami sedang melakukan pembenahan terhadap buku-buku yang ada di ruangan perpustakaan sehingga buku itu masih di bawah makanya terendam oleh banjir. Sedangkan diruang kepala sekolah dan guru hanya kertas yang baru dibeli dan belum sempat ditaruh dilemari terendam banjir,”jelasnya.

Serta proses belajar mengajar tutur Renvil akibat banjir tersebut menjadi terganggu sehingga untuk proses belajar mengajar dilakukan secara daring serta para siswa juga telah mengerjakan tugas sekolah yang telah diberi oleh para guru.

BACA JUGA:  Sosialisasi Strategi Pemasaran Dispar Buleleng Optimis Tingkatkan Wisatawan Melalui Promosi Medsos.

“Untuk proses belajar mengajar dimana para siswa kelas satu hingga lima belajar dirumah atau daring dimana para guru juga sudah memberikan tugas sedangkan untuk siswa kelas enam melakukan pembersihan di sekolah,”tuturnya lagi.

Dilain sisi menurut Perbekel Desa Pengulon, Kecamatan Gerokgak I Nyoman Juliana saat dikonfirmasi terpisah pihaknya mengakui akibat hujan deras sebanyak dua sekolah yang ada di Banjar Dinas Munduk Sari, Desa Pengulon serta puluhan rumah terendam oleh banjir.

Dari laporan warga, beberapa peralatan rumah seperti mesin cuci, lemari pendingin serta barang lainnya yang hanyut terbawa banjir. Bukan hanya itu, beberapa hewan peliharaan milik warga seperti ayam, babi dan yang lainnya juga dikabarkan hilang. Hingga berita ini ditulis pihaknya mengakui masih melakukan pendataan terhadap kerugian yang melanda warga terdampak banjir.

“Memang hujan terlalu deras sehingga dua sekolah yang ada terendam banjir namun tidak ada kerugian sedangkan banjir tersebut juga meremdam puluhan rumah warga yang membuat kerusakan serta barang hingga Binatang peliharaan milik warga yang hanyut. Untuk kerugian kami masih melakukan pendataan,”tegasnya.

Dirinya juga menjelaskan kalau banjir yang melanda, dua sekolah dan puluhan rumah warga sudah selesai dibersihkan dari lumpur yang dibawa banjir serta pihaknya juga terus menghimbau kepada warga agar tetap waspada terhadap banjir susulan utamanya bila hujan kembali turun.

“Sekarang dua sekolah dan puluhan rumah sudah bersih dari lumpur yang dibawa oleh banjir namun kami terus mengingatkan kepada warga kami agar terus waspada hal serupa terjadi kembali utamanya bila hujan kembali turun,”imbuhnya.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Kadisdikpora) Kabupaten Buleleng Ida Bagus Surya Bratha saat dikonfirmasi terpisah pihaknya mengakui sudah menerima laporan akibat banjir yang melanda dua sekolah yang ada di Desa Pengulon dan bahkan pihaknya sudah menyarankan kepada pihak sekolah agar siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar dilakukan secara daring.

BACA JUGA:  Lovina Festival 2025 Sukses Tanpa APBD, Raup Ratusan Juta Rupiah dan Dongkrak Ekonomi Lokal

“Banjir yang melanda dua sekolah itu dimana yang paling parah yakni SD Negeri 2 Pengulon dan kami harapkan para siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar secara daring karena situasi yang tidak memungkinkan,”tutur Bratha.

Dikonfirmasi sampai kapan akan dilakukan pembelajaran secara daring? Dirinya mengakui proses pembelajaran secara daring akan dilakukan hingga proses belajar mengajar yang dilakukan disekolah dinyatakan aman.

“Proses daring nanti dilakukan hingga situasi yang ada disekolah tersebut sampai aman atau membahayakan terhadap para siswa dan guru dan nanti kalau dirasa sudah aman proses belajar mengajar berjalan seperti biasa,”tutupnya. @gus

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top