Hingga Awal Februari, Tercatat 12 Titik Bencana Terjang Bangli

Berikutnya, bencana berupa banjir bandang terjadi sebanyak 4 kali. Yakni, menerjang  di wilayah Tegalalang (Kelurahan Kawan), Yeh Mampeh, Br. Hulundanu (Songan) dan br Dukuh (Abang Batu Dinding). Terakhir, bencana akibat cuaca ekstrim berupa sambaran petir yang menyebabkan seoarang perempuan muda di desa Pinggan, Kintamani tewas dua hari lalu. “Untuk kerugian material yang ditimbulkan dari 12 laporan bencana di luar kerusakan infrastruktur jalan, diestimasi mencapai Rp 593 juta dan satu korban meninggal. Sedangkan kerugian untuk akses jalan, hitungannya yang lebih tahu Dinas PU,” jelasnya.

Diakui, jika dibandingkan dengan Kabupaten/Kota di Bali, dampak bencana alam di Bangli memang cukup sedikit. Hanya saja, untuk bencana non alam, yakni pandemi covid-19 Bangli masih cukup tinggi. Terlepas dari itu, lanjut Pria asal Kelurahan Kubu, Bangli ini, mengingat potensi cuaca esktrim masih berpotensi terjadi hingga bulan Maret mendatang, pihaknya mengaku sudah melakukan pemetaan titik-titik rawan bencana. “Pemetaan titik rawan, semua kecamatan sejatinya rawan berpotensi terjadi tanah longsor dan pohon tumbang. Untuk itu, kami himbau amsyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaannya. Minimal mengenali potensi bencana disekitar,” pungkasnya. (ard)

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top