Ketiga, contextual marketing. Di sini, teknologi berperan membantu melakukan personalisasi dan kustomisasi produk dan layanan sesuai dengan profil pelanggan. Wallgreens di Amerika, misalnya, sudah menerapkan teknologi ini. Wallgreens menyediakan teknologi yang disematkan dalam sebuah layar kulkas yang bisa mengenali kebutuhan pelanggan melalui face recognition.
Keempat, augmented marketing. Contohnya, peranti lunak HubSpot yang menggunakan chatbot untuk B2B sales lead generation and nuture. Di sini, lead dikerjakan lebih dulu oleh mesin dan baru kemudian akan diserahkan ke salesman.
Kelima, agile marketing yang mengacu pada mindset. Dalam organisasi, misalnya, keputusan diambil tidak hanya berdasar pada data tetapi juga kelincahan dalam melakukan eksperimentasi secara sering dan rutin. Contohnya, Zara yang barang dan desain di outletnya bergerak dinamis.
Pada kesempatan rapat koordinasi STIkOM Bali Group ini, Pembina Yayasan Widya Dharma Shanti Denpasar Prof. Dr. I Made Bandem, MA dalam sambutannya meminta kepada semua pimpinan unit lembaga dan usaha STIKOM Bali Grup agar mampu menujukkan kinerja yang lebih baik dari apa yang sudah diraih tahun sebelumnya.
"Meski saat ini masih dalam situasi pandemi Covid - 19 tetapi dengan kempuan teknologi informasi dan sumber daya manusia yang kita miliki, semua unit bisni bisa bersinergi untuk mencapai hasil yang lebih baik pada tahun 2022 ini," pinta Prof. Made Bandem.
Kepala Eksekutif STIKOM Bali Group yang juga Rektor ITB STIKOM Bali Dr. Dadang Hermawan menjelaskan, pihaknya mengundang Hermawan Kartajaya untuk membagli ilmu marketingnya, bagaimana mengembangkan bisnis, terutama lembaga pendidikan, di tengah situsai Pandemi Covid - 19 ini.










