Arnawa mengatakan, bus pun terjungkal satu kali kedalam jurang dengan kedalaman hampir 20 meter. Disebutkan juga, bus sempat terguling satu kali dan akhirnya rebah kekanan. Mengetahui itu, dirinya langsung meminta bantuan kepada masyarakat untuk membawa ke Puskesmas di Seraya dan yang luka-luka berat di bawa ke RSUD Karangasem. "Ada 26 orang bersama rombongan, rencananya membawa mobil masing-masing, tetapi disepakati untuk mennyewa bus agar bisa sama," ujarnya lagi.
Sementara salah seorang saksi lainya yang juga sebagai Jro Mangku di Pura Bhur Bhwah Swah, Jro Mangku Kembar mengatakan,dirinya mengetahui ada pemedek yang mengalami kecelakaan setelah menerima telphone dari warga. Saat itu, dirinya baru hendak memakai baju kepemangkuan. "Masih dirumah saat kejadian, saya pun tahu setelah 15 menit kejadian," ujarnya.
Ia pun mengatakan, dari penuturan para korban, bus tidak bisa naik di tanjakan dan keluar jalur serta sampai terjungkal ke kanan. Dikatakan, memang ditanjakaj itu sudah hampir tiga kali kejadian. Disamping jalan yang cukup menanjak, ruas jalan juga cukup kecil sehingga menyulitkan mobil besar," ujarnya lagi.
Pihaknya sangat berharap kepada pemerintah agar memperlebar akses jalan menuju Pura Bhur Bhwah Swah mengingat sering para pemedek ramai. "Mohon perhatian dari pemerintah agar memperlebar jalan, disana sudah sering terjadi kecelakaan," ujarnya.










