Hektaran Lahan Pertanian di Bangli Terpaksa Ditelantarkan

“Karena kondisi tersebut, petani untuk sementara terpaksa mencari pekerjaan lain. Lahannya dibiarkan terlantar seperti ini. Soalnya kalau digarap tanahnya terlalu padat, sehingga akan sulit untuk diolah dan ditanami,” jelas Suarjaya.

Selain itu, sejumlah tanaman yang sudah terlanjur ditanam seperti padi, kedelai, kacang-kacangan belakangan pertumbuhannya menjadi terlambat. Bahkan banyak yang mati, karena hanya mengandalkan air hujan. “Saya saja sudah banyak rugi. Tanaman padi saya yang baru berumur sebulan, banyak yang kini telah mengering dan layu. Kalau tidak  ada air hujan dalam seminggu kedepan, pasti mati dah,” sesalnya. Dengan kondisi itu, dipastikan kerugian yang diderita, mencapai Rp 1,5 juta untuk ongkos garap tanah, beli benih, pupuk dan ongkos tanam.  

Ironisnya, kata dia, hingga kini pihaknya juga mengaku belum mengetahui kepastian sampai kapan tanggul Munduk Bebengan akan dilakukan perbaikan. “Harapan kami, tentunya tanggul yang jebol itu bisa segera ditanggulangi oleh instansi terkait supaya kehidupan para petani disini bisa kembali normal untuk bercocok tanam,” pungkasnya. (ard/Fajar Bali)

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top