Hari ke Sembilan, PKB Sedot Hampir Setengah Juta Pengunjung

IMG-20260622-WA0026
Panitia menampilkan jumlah pengunjung PKB 2026 dalam sebuah layar. IST

DENPASAR-fajarbali.com | Seperti tahun-tahun sebelumnya, Pesta Kesenian Bali atau PKB memiliki magnet kuat menarik perhatian masyarakat untuk berkunjung. Tidak hanya warga lokal tetapi luar Bali bahkan mancanegara.

Tak terkecuali PKB 48 tahun 2026. Sejak dibuka secara resmi 13 Juni lalu, panitia mencatat jumlah kunjungan nyaris setengah juta orang, tepatnya 499. 896 pengunjung per Senin 22 Juni atau hari ke sembilan pelaksanaan PKB 2026. Jumlah ini diprediksi terus meningkat hingga penutupan 11 Juli mendatang.

Melonjaknya kunjungan ini diakui panitia melampaui perkiraan. Dalam sepekan pelaksanaan, jumlah pengunjung terus menunjukkan tren peningkatan signifikan, bahkan menembus ratusan ribu orang per hari pada akhir pekan.

PKB 2026 mengusung tema “Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha” menjadi ajang seni dan budaya terbesar di Bali ini melibatkan lebih dari 20 ribu seniman dari ratusan sekaa seni, sanggar, dan komunitas budaya dari seluruh kabupaten/kota di Bali.

Berdasarkan data yang dihimpun panitia melalui empat pintu masuk kawasan Taman Budaya Bali, tingginya animo masyarakat sudah terlihat sejak hari pertama pelaksanaan.

Pada Sabtu (13/6), sebanyak 23 ribu orang memadati kawasan Art Centre untuk menyaksikan Pawai Peed Aya yang menjadi pembuka PKB. Sementara itu, malam pembukaan di Panggung Terbuka Ardha Candra dihadiri 8.017 penonton.

Memasuki pekan pertama penyelenggaraan, jumlah pengunjung terus meningkat. Pada 18 Juni tercatat sebanyak 105.737 orang mengunjungi kawasan PKB. Angka tersebut kembali naik menjadi 110.968 pengunjung pada 19 Juni dan mencapai puncaknya pada Sabtu (20/6) dengan total 120.240 pengunjung.

Lonjakan kunjungan masih terjadi pada Minggu (21/6) dengan jumlah pengunjung mencapai 80.877 orang. Secara umum, kunjungan pada sesi sore hingga malam hari mendominasi dibandingkan pagi hari. Kondisi ini sejalan dengan padatnya jadwal pementasan seni, parade budaya, pameran, lomba, hingga aktivitas UMKM yang tersebar di seluruh kawasan Art Centre.

BACA JUGA:  Keterlibatan Generasi Muda Sangat Diperlukan Dalam Pelestarian Seni, Adat, dan Budaya

Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Provinsi Bali, Ida Bagus Alit Suryana, mengatakan tingginya jumlah pengunjung menunjukkan PKB tetap menjadi magnet utama bagi masyarakat Bali maupun wisatawan yang ingin menikmati kekayaan seni dan budaya Pulau Dewata.

"Beragam pertunjukan yang melibatkan seniman lintas generasi, mulai dari anak-anak, generasi muda hingga maestro seni Bali, menjadi daya tarik tersendiri yang mampu menarik minat masyarakat untuk datang ke Art Centre," jelas Kadisbud, Senin (22/6).

Ia berpendapat, antusiasme masyarakat sangat tinggi menunjukkan bahwa PKB masih menjadi ruang ekspresi budaya yang dicintai masyarakat sekaligus sarana edukasi dan pelestarian seni budaya Bali.
Melihat membludaknya jumlah pengunjung, pihak penyelenggara telah menggelar rapat evaluasi.

Salah satu keputusan yang diambil adalah memperkuat pengamanan pada sejumlah titik strategis, terutama di area pintu masuk, jalur VIP, kantong parkir, dan lokasi-lokasi yang berpotensi mengalami kepadatan pengunjung.

Alit Suryana menjelaskan, selama pelaksanaan PKB pihaknya menyiagakan sekitar 200 personel pengamanan setiap hari yang dibagi dalam dua shift. Masing-masing shift melibatkan 100 petugas gabungan dari unsur pecalang, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), kepolisian, dan Dinas Perhubungan.

Namun demikian, tingginya animo masyarakat membuat kebutuhan pengamanan ikut meningkat. Karena itu, dukungan tambahan personel dari Satpol PP dan unsur terkait lainnya dinilai perlu untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan tertib.

Dikonfirmasi terpisah, Kasatpol PP Provinsi Bali Dewa Nyoman Rai Dharmadi selaku Koordinator Keamanan PKB mengatakan seluruh personel telah disiagakan di sejumlah posko dan pintu masuk kawasan Taman Budaya Bali guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, nyaman, dan kondusif.

Kata Satpol PP, petugas keamanan standby di posko-posko pintu masuk areal Taman Budaya, baik di lokasi acara maupun di pintu masuk sebelah barat pasar malam Banjar Kedaton. Khusus di pintu masuk pasar malam Banjar Kedaton, petugas kami melakukan penyisiran terkait larangan membawa makanan dari luar serta tas plastik sekali pakai ke dalam areal Taman Budaya.

BACA JUGA:  Konservasi Lontar, Lestarikan Warisan Leluhur

Pengetatan pengawasan juga dilakukan di Pintu Utara ISI Bali. Menurut Rai Dharmadi, langkah tersebut tidak hanya bertujuan menjaga ketertiban, tetapi juga mendukung upaya pengurangan sampah plastik selama pelaksanaan PKB. [gde]

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top