Harga Bahan Pokok Stabil, Distanpangan Gelar Gerakan Pangan Bali Murah

1E43644D-74ED-4AED-9E60-CAF94DC5BB09

Khusus komoditas bawang merah dan putih, Sunada optimis karena telah mengembangkan bawang merah seluas 800 hektar di Desa Songan, Kintamani, Bangli. Sedangkan bawang putih seluas 10 hektar di Temukus, Rendang, Karangasem.

"Kalau bawang merah, produktivitasnya dua ton per hektar. Sedangkan bawang putih 9,5 ton per hektar. Baru-baru ini kami sudah panen," akunya.

Sebelumnya, Deputi I Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan, Badan Pangan Nasional, I Gusti Ketut Astawa, meninjau harga-harga pangan di Pasar Kreneng.

Setelah berkeliling dan berinte dengan sejumlah pedagang, Astawa mengaku senang karena harga-harga bahan pokok sangat stabil.

"Tadi saya cek harga daging sapi tertinggi Rp. 130 ribu per kg, ayam 37 ribu, bawang dan cabe 35 ribu, minyak 14 ribu, beras premium 13-14 ribu, telur dan yang lainnya saya lihat sudah sangat bagus," jelas Astawa.

Deputi I Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan, Badan Pangan Nasional, I Gusti Ketut Astawa didampingi Kadistanpangan Bali Wayan Sunada dan Perbekel Desa Sumerta Kauh.


Dengan pasar murah dan operasi pasar, kata dia, membuktikan bahwa pemerintah hadir di tengah masyarakat untuk mengendalikan gejolak harga dan inflasi.

Namun demikian, ia mengingatkan perlu memerhatikan di hulu. Artinya, jangan sampai harga produk yang murah membuat petani dan peternak tidak semangat bekerja. Padahal mereka juga memerlukan biaya produksi.

"Ya kalau sesekali naik-naik dikit, asal masih wajar ngaak apa-apa lah. Biar petani dan peternak juga untung, dengan senang hati bekerja," jelasnya.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top