Hadiri PKKMB Unud, Wamen Dikti Tekankan Hindari Bulying, Judol dan Narkoba

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Prof. Dr. Fauzan, M. Pd., menghadiri PKKMB Universitas Udayana.
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Prof. Dr. Fauzan, M. Pd., menghadiri PKKMB Universitas Udayana.

Kehadiran Para Narasumber merupakan wujud nyata dukungan pemerintah pusat, akademisi, dan tokoh masyarakat dalam membentuk mahasiswa menjadi generasi yang unggul secara akademik, berkarakter kuat, serta peka terhadap isu kesetaraan, perlindungan, dan kemanusiaan.

PKKMB merupakan gerbang awal bagi calon mahasiswa untuk mengenal lebih dekat kehidupan kampus, nilai-nilai luhur Tridharma Perguruan Tinggi, sistem pembelajaran, organisasi kemahasiswaan, serta berbagai kesempatan untuk mengembangkan diri.

Melalui kegiatan ini, calon mahasiswa akan dibekali pengetahuan tentang kehidupan berbangsa, bernegara, bela negara, etika akademik, literasi digital, kewirausahaan, dan keterampilan abad 21, agar menjadi insan yang unggul, tangguh, berdaya saing, dan berakhlak mulia.

"Saya ingin menegaskan bahwa PKKMB di Universitas Udayana dilaksanakan tanpa kekerasan, tanpa perundungan, tanpa perploncoan, dan bebas dari segala bentuk diskriminasi. Kita semua berkomitmen menjadikan PKKMB sebagai kegiatan yang humanis dan inklusif," tegasnya.

Dia berharap, para mahasiswa baru dapat menggunakan momentum ini untuk membangun jejaring, memperkuat kolaborasi lintas disiplin, dan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan serta masyarakat.

"Jadilah mahasiswa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki empati, kreativitas, dan kemampuan memimpin. Ingatlah bahwa mahasiswa adalah duta perubahan dan harapan bangsa. Perjalanan di Universitas Udayana akan membuka banyak pintu ilmu, jejaring, dan peluang untuk berkarya. Manfaatkanlah setiap kesempatan, hadapi setiap tantangan dengan keberanian, dan jangan takut untuk bermimpi besar. Di tangan kalianlah masa depan bangsa ini dibentuk, dan di hati kalianlah nilai-nilai kejujuran, integritas, dan gotong royong harus terus dijaga. Mari kita buktikan bahwa mahasiswa Universitas Udayana bukan hanya penonton sejarah, tetapi penulis dan penggerak sejarah itu sendiri," pungkasnya.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top