Sementara itu Wabup. Suiasa merasa berbangga dan mengapresiasi keluarga besar guru-guru di Badung karena solidaritasnya luar biasa dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini. "Atas nama masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Badung kami mengucapkan terima kasih atas solidaritas ini, Tuhan tidak akan tidur terhadap orang-orang yang peduli. Bahwa doa kita yang terbesar adalah ketika kita bisa berbuat sesuatu kepada orang lain terlebih kepada orang yang memang membutuhkan, " kata Suiasa.
Wabup menyadari memang kondisi saat ini sangat membutuhkan solidaritas semua pihak untuk memperhatikan masyarakat yang terdampak. Pihaknya di Pemkab Badung mempunyai niatan semaksimal mungkin membantu masyarakat, namun niatan tersebut masih terhambat oleh regulasi.
"Dalam kondisi ini kami bersama bapak Bupati punya niatan memberikan sembako kepada seluruh masyarakat yang ber KK Badung, namun regulasi ternyata masih menjadi hambatan kita. Dari refocusing anggaran sebenarnya sudah ada anggarannya, niatan baik ini masih terganjal dengan aturan yang belum bisa memungkinkan, sehingga perlunya pendapat hukum dari Kejaksaan dalam penggunaan anggaran APBD khususnya untuk penanganan Covid-19 ini," terangnya.(put).










