YOGYAKARTA - sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Ketimpangan pariwisata di Bali antara Bali selatan dan Bali Utara dalam menghadapi persaingan global, sehingga Bali Selatan harus berbenah untuk meperbaiki kekurangan tersebut, mengingat adanya upaya pemerintah pusat mengembangkan 10 destinasi Bali baru.
Hal itu diungkapkan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali Causa Iman Karana butuh upaya untuk menjaga daya tarik wisata Bali, agar turis lokal dan mancanegara kembali datang ke Pulau Dewata. Apalagi Bali masih mengandalkan sektor pariwisata. "Ini dibuktikan dengan adanya penurunan tingkat kunjungan wisatawan ke Bali memiliki pengaruh tajam terhadap perekonomian," katanya saat Lokakarya Kehumasan dan Kebanksentralan di Yogyakarta, Jumat (8/2/2018).
Pemaparan juga disampaikan oleh Kepala Divisi Advisory dan Pengembangan Ekonomi Azka Subhan A, Analis Fungsi Assemen Ekonomi dan Surveilans Umran Usman dan Analis Fungsi Data dan Statistik Ekonomi dan Keuangan Ni Luh Made Ayu Wahyuni. Menurutnya, pariwisata tidak cukup hanya dikembangkan di Bali Selatan tetapi juga mulai menggali pada daerah lainnya yang belum maksimal.
Untuk itu, adanya gerakan serentak semua pihak mendukung mewujudkan hal tersebut sehingga semua elemen masyarakat merasakan dampaknya. Selain itu, sektor lainnya agar
tetap didorong seperti pertanian, perkebunan maupun ekonomi kreatif. Sektor tersebut juga sudah akan dikembangkan menjadi barang ekport negara India, Perancis, Timur Tengah.
Upaya itu antisipasi apabila sektor pariwisata mengalami penurunan. Hal itu terjadi ketika penutupan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada tahun 2017 akibat Erupsi Gunung Agung maupun letusan yang terjadi daerah tetangga di Jawa Timur dan Lombok tahun 2005. "Adanya perkembangan teknologi, Bali memiliki peluang mengembangkan sektor lainnya, karena Bali sudah punya brand," ujarnya.










