Dengan dilepasnya calon wisudawan ini, Doddy menegaskan, bukan berarti hubungan kampus dengan alumni berhenti. Malah, dia siap menerima alumni berkonsultasi jika menemui kendala dalam pekerjaannya.
FST UNR, lanjut dia, memandang alumni sebagai aset berharga. "Misalnya ada kendala atau sesuatu yang belum dipahami di tempat kerja, silakan datang konsultasi dengan dosen. Kami siap," jelasnya.
Pada yudisium kali ini, lulusan Terbaik Prodi Teknik Sipil diraih I Ketut Kembarajaya, ST., IPK 3,82, dan Lulusan Terbaik Prodi Arsitektur : I Kadek Yogi Mahesa Putra, S.Ars., dengan IPK 3,97.
Sebelumnya, seluruh lulusan telah mengikuti tradisi sakral siraman air tiga warna. Prosesi ini umum berlaku di kalangan fakultas teknik sebagai simbol kesiapan lulusan menapaki dunia baru.
Doddy mengumumkan bahwa Prodi Teknik Sipil FST UNR telah meraih akreditasi peringkat Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Teknik (LAM-Tek), berlaku sampai Agustus 2030 atau lima tahun.
Sedangkan Prodi Arsitektur masih dalam progres menuju Unggu yang saat ini terakreditasi Baik Sekali. Capaian ini, menurut Doddy, membuat Prodi Teknik Sipil FST UNR sejajar dengan perguruan tinggi besar yang prodi teknik sipinya unggul.
Akreditasi Unggul, baik dalam prodi dan tingkat institusi, masih kata Doddy, juga menghilangkan dikotomi antara Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dengan Perguruan Tinggi Swasta (PTS), sebab yang dilihat oleh calon mahasiswa/masyarakat adalah akreditasinya, bukan status (negeri/swasta).
Seiring akreditasi Unggul yang disandang Prodi Teknik Sipil, pihaknya segera melakukan evaluasi. Salah satunya mendorong mahasiswa lulus tepat waktu atau batas maksimal lima tahun.










