DENPASAR-fajarbali.com | Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Ngurah Rai (UNR) melepas sebayak 77 orang lulusan pada Yudisium Periode 2025, Sabtu (30/8/2025), bertempat di Auditorium UNR.
Lulusan berasal dari Prodi Teknik Sipil 43 orang (Jalur Reguler dan Rekognisi Pembelajaran Lampau atau RPL), Arsitek 20 orang dan Profesi Insinyur 14 orang. Menariknya, seluruh lulusan atau 100 persen telah terserap dunia kerja.
Dekan FST UNR Dr. Ir. Putu Doddy Heka Ardana, ST., MT.,IPM., ASEAN. Eng., menyebut, dari tahun ke tahun, sarjana teknik FST UNR tidak pernah nganggur, bahkan tanpa masa tunggu, sebab semuanya telah bekerja sejak masih kuliah.Â
Dekan berpandangan, selain kualitas pendidikan yang baik, ekosistem pasar juga sangat membutuhkan sarjana teknik sipil dan arsitektur seiring masifnya pembangunan, baik sekala kecil maupun infrastruktur monumental.Â
"Kami sangat bersyukur tidak pernah nyetak pengangguran," jelas Doddy didampingi Wakil Dekan Dr. Ir. Ni Kadek Astariani, S.T., M.T., IPM., Kaprodi Teknik Sipil, Ir. Tri Hayatining Pamungkas, S.T., M.T., Kaprodi Arsitektur Made Ratna Witari, ST., M.Ars., dan Kaprodi Prodi Pendidikan Profesi Insinyur (PSPPI) Ir. I Gusti Ngurah Eka Partama, ST., MSi.
Untuk menjadi sarjana teknik yang profesional, Dekan Doddy, mendorong lulusannya melanjutkan studi Profesi Insinyur, sesuai amanat Undang-Undang Keinsinyuran. Dengan kata lain, lulusannya diharapkan terus belajar, tidak jumawa terhadap capaiannya.
"Kami di FST UNR telah memiliki Program Profesi Insinyur. Jadi kami sangat terbuka bagi seluruh sarjana teknik yang ingin menempuh pendidikan profesi, terlebih alumni kami," jelasnya.
Dengan dilepasnya calon wisudawan ini, Doddy menegaskan, bukan berarti hubungan kampus dengan alumni berhenti. Malah, dia siap menerima alumni berkonsultasi jika menemui kendala dalam pekerjaannya.Â
FST UNR, lanjut dia, memandang alumni sebagai aset berharga. "Misalnya ada kendala atau sesuatu yang belum dipahami di tempat kerja, silakan datang konsultasi dengan dosen. Kami siap," jelasnya.
Pada yudisium kali ini, lulusan Terbaik Prodi Teknik Sipil diraih I Ketut Kembarajaya, ST., IPK 3,82, dan Lulusan Terbaik Prodi Arsitektur : I Kadek Yogi Mahesa Putra, S.Ars., dengan IPK 3,97.
Sebelumnya, seluruh lulusan telah mengikuti tradisi sakral siraman air tiga warna. Prosesi ini umum berlaku di kalangan fakultas teknik sebagai simbol kesiapan lulusan menapaki dunia baru.Â
Doddy mengumumkan bahwa Prodi Teknik Sipil FST UNR telah meraih akreditasi peringkat Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Teknik (LAM-Tek), berlaku sampai Agustus 2030 atau lima tahun.Â
Sedangkan Prodi Arsitektur masih dalam progres menuju Unggu yang saat ini terakreditasi Baik Sekali. Capaian ini, menurut Doddy, membuat Prodi Teknik Sipil FST UNR sejajar dengan perguruan tinggi besar yang prodi teknik sipinya unggul.Â
Akreditasi Unggul, baik dalam prodi dan tingkat institusi, masih kata Doddy, juga menghilangkan dikotomi antara Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dengan Perguruan Tinggi Swasta (PTS), sebab yang dilihat oleh calon mahasiswa/masyarakat adalah akreditasinya, bukan status (negeri/swasta).
Seiring akreditasi Unggul yang disandang Prodi Teknik Sipil, pihaknya segera melakukan evaluasi. Salah satunya mendorong mahasiswa lulus tepat waktu atau batas maksimal lima tahun.Â
"Seperti umumnya kan mahasiswa teknik itu kuliah sambil kerja. Kadang dipakai alasan lulusnya molor. Ke depan kami tidak mau lagi ada yang lama-lama gitu. Makasimal lima tahun lah," tegas Doddy.Â
Lulusan terbaik Prodi Teknik Sipil I Ketut Kembarajaya mengaku lebih percaya diri karena di ijazahnya terpampang kata lulus dari prodi "Unggul". Predikat ini, menurut dia, tentu memberi keuntungan tersendiri bagi lulusan.
"Sebenernya tanpa label Unggul pun, kami semua sudah diterima kerja. Tapi dengan unggul ini tentu menambah percaya diri. Bahwa kita bisa bersaing di mana saja," jelasnya.
Turut hadir Ketua PPI Bali (Persatuan Insinyur Indonesia Wilayah Bali), Dr. Ir. Ar. Ngakan Ketut Acwin Dwijendra, ST, SDs, MA, MH, IPU, ASEAN Eng.. Acwin memberikan arahan terkait profesionalisme dan integritas insinyur.Â
Sementara Rektor UNR diwakili Wakil Rektor Prof. Dr. Drs. I Made Sumada, M.M., M.Si. Yudisium juga memamerkan karya-karya tugas akhir mahasiswa Prodi Arsitektur.Â
Untuk lulusan PSPPI, berasal dari berbagai profesi, mulai praktisi, aparatur sipil negara di Dinas PU, dan akademisi dari daerah Sumatera, Jawa dan Bali.