FSBJ III Tampilkan Pergelaran Penghormatan Untuk Maestro Nyoman Sura

  Ia menerangkan, pergelaran ini mengenang karya almarhum I Nyoman Sura dan dedikasi Beliau ditujukan pada sebuah pementasan tari kontemporer dan juga modern dengan mengangkat keharmonisan hubungan antara murid dan guru menjaga implementasinya kepada banyak orang. Seperti spirit alam dan bumi ini memberi tanpa berharap namun yang diperlukan adalah kesadaran dan penyadaran.

  Dalam kesempatan itu pula, Adi Siput menuturkan Sanggar Seni Sura Pradnya adalah sanggar tari yang didedikasikan untuk mengenang alm I Nyoman Sura. Sanggar ini bertempat di Banjar Maniktawang, Desa Manukaya, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar. Nama Sura Pradnya diambil dari nama I Nyoman Sura, Pradnya diartikan sebagai pengetahuan spirit pagi hari. Jadi Sura Pradnya diartikan sebagai spirit seorang I Nyoman Sura akan selalu berdengung dalam setiap mengawali pagi dalam arti mengawali penciptaan.

  "Sura Pradnya didirikan pada 14 September tahun 2015. Awalnya sanggar ini memanfaatkan bangunan bekas percetakan batako dari keluarga kami. Namun karena kondisi bangunan yang rusak, kami pun merenovasi bangunan itu menjadi sebuah tempat nyaman untuk berkreasi. Dari sejarah terbentuknya sanggar ini, kami sangat konsisten dalam mengembangkan bakat dan minat anak-anak diseputaran desa. Sebelumnya dari awal dirintis sanggar ini adalah sanggar gratis tanpa memungut biaya latihan. Memiliki anggota sekitar 60 orang terdiri dari anak-anak remaja dan dewasa. Dengan mengandalkan bantuan dari donator dan sponsor pelatihan sanggar berjalan dengan normal. Namun, ketika masa sulit seperti pandemi ini, sesuai kesepaktan dan kerja sama orang tua anggota. Sanggar memungut biaya dengan sistem uang suka duka," sebutnya. (dha)

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top