Fogging, Antisipasi DB di Banjar Puaya, Desa Batuan

 

Semasa hidup, sang suami dikenal sebagai orang yang jarang sakit. Bahkan tidak memiliki riwayat sakit berat. Bahkan sang suami semasa muda termasuk aktif mengikuti olahraga bola voli. “Sehari-hari, suami saya membuat tapel barong untuk dijual,” terangnya. Yang membuat dirinya tambah was-was, saat ini sang mertua I Nyoman Lopyo, juga ikutan sakit diduga DB. “Bapak mertua saya sakit DB juga, sekarang dirawat di RS Sanjiwani. Masuk RS Rabu (11/3/2020) malam,” ungkapnya.

 

Sebagai antisipasi meluasnya virus DB, Banjar Dinas Puaya telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar. Kelian Dinas Banjar Puaya, I Nyoman Darma Kawit mengatakan Dinkes telah membantu melakukan foging pasca kejadian. “Dari Puskesmas Sukawati sudah melakukan foging minggu lalu dan hari ini,” jelasnya. Di lingkungan Banjar Puaya, diakui sudah ada 3 warganya yang terjangkit DB. Maka itu, pihaknya mewanti-wanti kepala rumah tangga dan 5 kader jumantik di banjar setempat agar mulai waspada. Caranya dengan memastikan tidak ada jentik nyamuk pada genangan air. “PKK sudah membentuk tim jumantik yang bergerak ke rumah-rumah warga membantu mengecek sumber air. Memastikan tidak ada jentik nyamuk,” jelasnya. Sedangkan Kasus pertama sekitar Februari lalu, kena anak usia 14 tahun sudah sembuh. Sekarang masih satu dirawat di rumah sakit Sanjiwani.

 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar dr Ida Ayu Cahyani belum memberikan jawaban. Melalui pesan singkat, Kadiskes Gianyar mengaku masih ada kegiatan. “Mohon kontak kabid tyang nggih, ampura kari ada peresmian,” tulisnya sembari mengirimkan nomor kontak Kabid P2P. Namun ketika dikonfirmasi, Kabid P2P, AA Sukamawa belum merespon.(gds).

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top