Prof. Edy yang juga Ketua Asosiasi Pimpinan Perguruan Tinggi Hukum Indonesia (APPTHI), menambahkan, sesama perguruan tinggi, hendaknya saling merangkul satu sama lain, bukan malah saling "meniadakan".
Ia pun lantas membuka pintu seluas-luasnya bagi dosen UNR khususnya dosen FH untuk melanjutkan studi doktor di FH Untag Semarang.
"Kami akan segera rancang kolaborasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan UNR ini. Pastinya menghasilkan inovasi yang menarik dan berguna bagi masyarakat," jelasnya, sembari menyampaikan saat ini FH Untag Semarang memiliki sekitar 2.600 mahasiswa aktif dan 3000 lebih alumni.
Sementara itu, Rektor UNR Prof. Dr. Ni Putu Tirka Widanti, MM., M.Hum, merasa terhormat disambangi oleh Prof. Edy dan jajarannya. Status Untag Semarang sebagai perguruan tinggi besar sekaligus jabatan Prof. Edy sebagai Ketua APPTHI, tentu sudah tidak diragukan lagi kiprahnya.
Senada, Prof. Tirka juga optimistis kolaborasi riset, pengabdian dan publikasi bersama kedua institusi ini akam sangat menarik. Sebab, Semarang dan Bali memiliki latar belakang berbeda dari sisi keunggulan daerah masing-masing.
"Kalau Semarang dikenal juga kota pendidikan. Banyak kampus besar di sana. Sementara kita di Bali berada di lingkungan pariwisata. Sehingga pasti saling memberi dampak baik," jelas Prof. Tirka.
Soal pertukaran dosen dan mahasiswa, ia menyebut akan berdampak pada perluasan wawasan, dan mendapatkan perspektif baru tentang disiplin ilmu. UNR juga akan menyerap ilmu dari pengalaman Untag Semarang dalam merancang kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat.










