“Ini bentuk desa wisata, bukan wisata desa, dalam artian mempertahakan kelestarian lingkungan potensi desa tanpa harus mengubah potensi yang ada, sehingga kami harapkan peran aktif masyarakat serta pihak-pihak terkait dalam mewujudkan itu” pungkas Agung Dewi Larantika.
Kepala Desa Sibetan, I Made Beru Suryawan menyambut baik serta menyampaikan terimakasih atas kehadiran Prodi MAP Universitas Warmadewa yang telah bersedia melakukan pengabdian di desanya.
Ia menuturkan, bahwa dari batas wilayah Desa Sibetan yang sedemikian luas itu, hampir 90 persen dipenuhi dengan perkebunan pohon salak. Sehingga menurutnya dengan kehadiran Prodi MAP Warmadewa dapat memberikan dampak nyata serta manfaat yang berkelanjutan bagi warga masyarakat Desa Sibetan khusunya dalam pengolahan dan pengelolaan buah salak.
Desa Sibetan, lanjut Made Beru, memiliki lebih dari 10 ribu penduduk. Dengan demikian pihaknya sangat yakin akan kuantitas sumber daya manusia yang memadai tersebut bisa menjadi penggarap desa wisata khususnya agro wisata buah salak, namun kualitas dan kompetensinya yang perlu ditingkatkan.
“Mudah-mudahan dengan FGD ini kami bisa menyampaikan aspirasi untuk dirumuskan gagasan dalam mengembangkan desa wisata. Beberapa tahun terakhir potensi desa kami sudah dilirik oleh investor asing, kami tidak inginkan pihak asing yang mengklaim potensi desa kami, kehadiran MAP ini kami harapkan dapat berdampak bagi penguatan SDM kami” harap Made Beru
“Sangat luar biasa potensi desa kami, dipandang perlu mengembangkan ekowisata. Disamping itu kami juga berkolaborasi dan sinergi dengan desa adat, karena desa adat juga sangat mendukung untuk pelestarian alam maupun adat dan budaya” imbuhnya.










