Wayan Warka mengatakan, fasilitas pengolahan material sampah ini dikelola oleh Bumdes Desa Taro, Sarwada Amerta. Pupuk organik yang dihasilkan dari pengolahan sampah ini dijual oleh Bumdes kepada petani setempat. Disebutkannya, saat ini Pokdarwis Desa Taro sedang mengembangkan kebun organik, karena Desa Taro akan membangun agrowisata di Taro. Sehingga permintaan akan pupuk organik ini cukup tinggi.
Bupati Gianyar, Made Mahayastra berterima kasih kepada Yayasan Bumi Sasmaya yang telah membantunya mewujudkan visi misi di bidang lingkungan. “Terima kasih atas ketulusannya membantu kami mengatasi masalah sampah, ucap Bupati Mahayastra. upati Mahayastra berpesan, agar Desa Taro melaksanakan pengolahan sampah ini dengan sebaik-baiknya sesuai dengan keinginan Taro menjadi desa wisata. “Desa wisata harus bersih, maka pemilahan dan pengolahan sampah harus bagus,” kata Bupati Mahayastra.
Diingatkan, bagaimanapun bagusnya alat, fasilitas, maupun sistem yang dibangun, jika perilaku masyarakatnya masih sembarangan maka masalah sampah tidak bisa diatasi secara optimal. “Terpenting adalah bagaimana kita mengubah perilaku masyarakat agar melakukan pemilahan sampah sejak dari hulu yaitu dari rumah tangga,” tegasnya. Ditambahkan, mudah-mudahan hal tersebut menjadi percontohan, sehingga Gianyar menjadi kota yang nyaman dan aman.(gds).










