DENPASAR-sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Arus globalisasi sudah tidak terbendung masuk ke Indonesia. Disertai dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih, dunia kini memasuki era revolusi industri 4.0, yakni menekankan pada pola digital economy, artificial intelligence, big data, dan robotic.
Menjawab tantangan besar tersebut, Dekan Fakultas Teknik Universitas Hindu Indonesia (FT-Unhi) I Komang Gede Santhyasa, ST.,MT.,mengaku tetap optimis.
Menurut dia, FT Unhi yang mengelola program studi (prodi) Teknik Sipil dan Planologi justru memliki sejumlah keunggulan dibandingkan FT di perguruan tinggi lain, khususnya di Bali. Mahasiswa Teknik Sipil, selain dibekali ilmu sesuai bidangnya, juga dibekali dengan spirit menggali budaya daerahnya masing-masing dalam konsep pembangunan. Sedangkan prodi Planologi, dia mengklaim hanya dimiliki oleh Unhi.
“Mahasiswa di FT Unhi kami berikan ilmu ‘plus’ sesuai budaya daerahnya masing-masing. Artinya mereka nanti membangun daerah tanpa meniggalkan budaya yang menjadi ‘roh’ Bangsa Indonesia. Untuk prodi Planologi, hanya ada di Unhi. Perguruan tiggi lain di Bali, belum punya,” kata peraih Sarjana Teknik di UGM Yogya, dan Magister Teknik di Universitas Brawijaya, Malang ini, pada rabu (28/3/2018) di Denpasar.
Dia mengakui, paradigma yang berkembang di masyarakat bahwa kuliah di Unhi akan menjadi ‘Pemangku’ mulai berubah. Terbukti lulusan Unhi, khususnya FT telah berkontribusi di bidang pembangunan. Ia menyebut 90 persen lulusannya telah bekerja, baik berwirausaha maupun di instansi pemerintah. Paradigma tentang Unhi hanya untuk mahasiswa bergama Hindu juga telah pudar. Terbukti dengan meningkatnya jumlah mahasiswa dari luar Bali, bahkan Timor Leste yang notabene beragama non-Hindu.










