Erupsi Gunung Agung Tak Pengaruhi UNBK di Karangasem, Bupati Mas Sumatri Pastikan Tahun 2020 Penambahan Komputer

AMLAPURA-fajarbali.com | Meski Gunung Agung sempat mengeluarkan materialnya pada Minggu (21/4) malam lalu,Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK)  SMP dan SD tetap berlangsung lancar di Karangasem. 

Untuk memastikan hal tersebut,Bupati Mas Sumatri didampingi Staf Ahli SDM Priagung Duarsa meninjau pelaksanaan UNBK di beberapa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Amlapura, Kamis (25/4) kemarin.

Bupati IGA Mas Sumatri mengatakan, pelaksanaan UNBK tingkat SMP/MTs berjalan dengan lancar  dan sesuai jadwal. Meskipun sehari sebelum pelaksanaan UNBK, terjadi erupsi Gunung Agung namun tidak memperngaruhi pelaksanaan UNBK, terutama di Sekolah yang berdekatan dengan lingkar Gunung Agung.  “Erupsi yang terjadi sehari sebelum ujian berlangsung, tak mempengaruhi proses ujian anak-anak,” ujar Bupati Mas Sumatri.

Mas Sumatri mengakui beberapa sekolah masih menumpang pelaksanaan UNBK pada sekolah lain lantaran tidak  mencukupi komputer. Pihaknya pun berjanji,tahun 2020 mendatang, pemerintah bakal mengupayakan menambah komputer secara menyuluruh sehingga sekolah- sekolah bisa melaksanakan UNBK secara mandiri. “Kendalanya kan ketersediaan perangkat computer, kita akan upayakan agar tahun 2020 semua bisa terpenuhi,” ujarnya lagi.

Sementara itu, Kadisdikpora Gusti Ngurah Ardika menambahkan,  secara umum pelaksanaan UNBK  di Kabupaten Karangasem berjalan lancar. Terdapat empat mata pelajaran yang akan diujikan selama UNBK, yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Ujian untuk Empat mata pelajaran itu wajib diikuti para siswa sebagai salah satu syarat kelulusan.

Kartika menyampaikan, jadwal ujian mulai tgl 22 s/d 25 april 2019.Ujian SMP dilaksanakan dua sistem UNBK (ujian nasional berbasis komputer) dan UNKP (ujian nasional kertan dan pensil) . UNBK diikuti 13 sekolah dan UNKP diikuti 38 sekolah. Jumlah siswa SMP yang ikut ujian UNBK 2. 779 orang,  UNKP 4.318 orang,  total semua 7.097. Untuk SD, jadwal sama hanya waktunya berbeda mulai jam 08.00 berakhir jam 10.00.Jumlah sekolah penyelenggara ujian 361 sekolah, total siswa sd ujian tahun 2019, sebanyak  7.475 orang. “Tahun ini, peserta SMP yang tidak hadir 14 orang dengan rincian 12 orang berhenti dan 2 orang sakit. Sedangkan peserta SD, 13 orang tidak hadir dengan rincian 12 orang berhenti dan 1 orang sakit. Untuk yang sakit nanti bisa mengikuti ujian susulan,” ujarnya. (bud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Pelatihan SAR Diharapkan Dapat Membentuk Kesiapsiagaan Bencana di Masyarakat

Kam Apr 25 , 2019
AMLAPURA-fajarbali.com | Sejumlah elemen masyarakat, seperti Pecalang, Pasebaya, Orari, BPBD, RAPI, dan OPD terkait di lingkungan Pemkab Karangasem mengikuti pembekalan dan pelatihan bina potensi pertolongan dan pencarian yang digelar oleh Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).
BPD BALI