Dari Denpasar, sample juga dikirim untuk uji laboratorium ke Sumatera Utara untuk memastikan penyebab kematian babi. Mengingat kasus kematian babi baru pertama kali terjadi di Indonesia. Dikatakan Arya Saputra, pasca kematian babi disejumlah daerah di Bali, pihaknya telah melakukan antisipasi salah satunya dengan melalukan penyemprotan desinfektan ke kandang-kandang milik peternak babi. Hal ini dilakukan untuk mencegah penularan virus ke babi. "Antisipasi sudah kita lakukan dengan melalukan penyemprotan desinfektan," ujarnya lagi.
Selain penyemprotan desinfektan, pihaknya juga telah menerjunkan petugas kesehatan hewan di masing-masing kecamatan untuk melakukan pemantauan sekaligus sosialisasi terkait virus ASF kepada masyarakat. Bahkan, pihaknya juga menghimbau agar peternak babi sementara waktu agar tidak mendatangkan babi dari luar Karangasem yang terjangkit wabah ASF. "Petugas juga memberikan KIE pada peternak, ini untuk mengantisipasi," ujarnya lagi. (bud).










