Kelompok 15 KAT UNR Melakukan Kegiatan Pengabdian Masyarakat di Desa Kelusa , Kecamatan Payangan , Gianyar

WhatsApp Image 2023-12-08 at 11.11.38_bc6e234c

 

Dalam kegiatan sosialisasi sekaligus praktek pembuatan ekoenzim ini, kelompok 15 KAT UNR menggandeng Komunitas Kedas Lebih Asik (Klasik) dengan pembicaranya  I Wayan Sastrawan, SH., MH. Komunitas Klasik sendiri adalah komunitas yang bergerak di bidang pelestarian lingkungan yang salah satu bentuk kegiatannya berupa pengolahan sampah organik menjadi ekoenzim.  Wayan Sastrawan mengungkapkan "Ekoenzim merupakan cairan organik multifungsi yang terbuat dari campuran bahan-bahan organik yaitu kulit buah dan sayur, air, serta molase/gula merah".

 

Pola pengelolaan sampah di Desa Kelusa mayoritas berupa metode konvensional, yaitu menimbun sampah organik di suatu tempat/lokasi. Hal ini berpotensi memunculkan masalah baru, seperti terjadi polisi visual maupun polusi bau. Ekoenzim diharapkan dapat membantu mengurangi masalah penumpukan sampah yang terjadi.

 

"Salah satu manfaat tidak langsung dari pengolahan ekoenzim adalah kita bisa mengurangi membuang sampah ke TPA, karena sudah mampu mengelolanya di rumah. Ini juga membantu pemerintah dalam menjalankan Peraturan Gubernur Bali Nomor 47 Tahun 2019 Tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber" Ungkap Wayan Sastrawan.

 

Di sisi lain, ekoenzim yang dapat dipanen setelah 3 bulan fermentasi memiliki banyak manfaat luar biasa di dalamnya. "Manfaat langsung yang didapat dari penggunaan ekoenzim antara lain sebagai pupuk organik tanaman, sebagai cairan pembersih lantai, untuk mencuci piring, mencuci baju, menjernihkan air tercemar, polusi udara, sampai untuk detox tubuh. Saat panen, di permukaan juga akan ada jamur pitera yg sangat baik untuk kecantikan sebagai masker wajah" Tambah Wayan Sastrawan.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top