Selama kegiatan berlangsung, peserta memperoleh materi mengenai manfaat ASI eksklusif bagi ibu dan bayi, teknik pelekatan yang benar, posisi menyusui yang nyaman, tanda kecukupan ASI, serta cara mengatasi berbagai masalah yang umum terjadi selama masa menyusui.
Penyampaian materi dilakukan secara interaktif melalui ceramah, diskusi, demonstrasi, dan sesi tanya jawab sehingga peserta dapat memahami materi dengan lebih mudah.
Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang disampaikan terkait persiapan menyusui, produksi ASI, hingga pengalaman yang diperoleh dari kehamilan sebelumnya. Suasana edukasi berlangsung aktif dan komunikatif, menunjukkan tingginya perhatian ibu hamil terhadap pentingnya pemberian ASI eksklusif bagi tumbuh kembang anak.
Selain memberikan edukasi kepada ibu hamil, kegiatan ini juga memperkuat kapasitas kader kesehatan sebagai ujung tombak promosi kesehatan di masyarakat. Sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan kegiatan, kader kesehatan turut berperan dalam mobilisasi peserta, fasilitasi kegiatan, serta pendampingan selama proses edukasi berlangsung.
Pemerintah Desa Dangin Puri Kelod menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini dan mengapresiasi sinergi yang terjalin antara perguruan tinggi, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam upaya meningkatkan kesehatan ibu dan anak.
Kader kesehatan diharapkan dapat terus menjadi penggerak edukasi menyusui sehingga informasi yang diperoleh dapat menjangkau lebih banyak keluarga di lingkungan desa.
Sebagai bentuk dukungan berkelanjutan, tim pengabdi menyerahkan media edukasi berupa booklet dan kit konseling menyusui kepada kader kesehatan. Media tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan dalam kegiatan penyuluhan dan pendampingan ibu hamil maupun ibu menyusui secara berkala.










