Karena menurutnya persoalan sampah juga dihasilkan oleh pelaku industri pariwisata tidak bisa di pisah dari hulu antara sampah organic dan anorganic saat temperatur Bali naik.
"Itu terbakar karena gas metana yang dihasilkan oleh sampah organik. Jadi, kalau kita tidak melakukan sesuatu tentunya ada risiko, kalau kebakaran terjadi dimana-mana, kita siap-siap kehilangan Bali dan siapa yang mau terbang ke Bali? Itu adalah salah satu contoh," ujarnya.
Sementara General Manager of The Apurva Kempinski Bali,Vincent Guironnet merasa bangga dapat kembali berkolaborasi dengan Eco Tourism Bali.
"Ini bukan kali pertama kami berkolaborasi dan tentunya banyak hal positif yang bisa kita ambil untuk bagaimana kita menjadi salah satu pelaku industri pariwisata yang ramah lingkungan dan dapat mengantisipasi perubahan iklim dengan aksi yang nyata," ucapnya.rl










