Dyah Permatha Korry, Doktor ke 41 Undiknas

869fcc82-512f-4c57-a097-42623f49cbac

“Penelitian ini menawarkan filosofi Tri Hita Karana sebagai variabel moderasi untuk mengkaji lebih mendalam dampak dari penerapan filosofi Tri Hita Karana pada proses pembelajaran sosial yang akhirnya membentuk perilaku pengusaha yang berpengaruh pada kemampuannya dalam mencapai keunggulan bersaing berkelanjutan pada UMKM di Bali,” jelas Dyah Permatha Korry.

Hasil risetnya menyatakan bahwa, nilai kearifan lokal Tri Hita Karana mampu memperkuat ketahanan pengusaha untuk mencapai keunggulan bersaing berkelanjutan. Kearifan lokal Tri Hita Karana merupakan pedoman norma sosial yang berkembang pada masyarakat Bali dalam menjalankan kehidupan sehari-hari yang menekankan pada harmonisasi hubungan antara individu dengan spiritualitasnya, lingkungan dan juga sesamanya.

Pengusaha yang mampu memahami dan mengimplementasikan nilai kearifan lokal akan membentuk perilakunya sesuai dengan norma sosial yang berkembang di lingkungan sosialnya.

Penerimaan perilaku oleh lingkungan sosial disekitar pengusaha dapat memperkuat ketahanannya karena memudahkan pengusaha untuk mendapatkan dukungan dan juga bantuan yang akan meningkatkan motivasi dan emosi positif pada pengusaha.

Dyah Permatha Korry juga mengucapkan terima kasih kepada Rektor Undiknas Prof. Dr. Ir. Nyoman Sri Subawa, ST., S.Sos., MM., ASEAN. Eng., Ketua Perkumpulan Pendidikan Nasional (Perdiknas) Dr. AAN Eddy Supriyadinata Gorda, serta semua pihak yang telah mendukung studinya. (gde)

 

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top