"Foto produk sebagai salah satu aspek visual branding menjadi kekurangan mitra berkaitan dengan foto-foto yang disajikan tidak menampilkan estetika sehingga kurang memvisualkan keunggulan dari produk RH. Foto komersial sebagai visual branding harus mampu menarik perhatian masyarakat," kata Sucana, di Denpasar, Selasa (6/12).
Permasalahan berikutnya yakni aspek marketing. Pemasaran yang dilakukan RH hanya sebatas mengikuti bazar dan event lain. Hal ini menghambat kemajuan usaha.
"Mitra cenderung memasarkan produk melalui mulut ke mulut, menunggu oderan datang yang sifatnya perorangan menyebabkan nilai jual produk menjadi rendah dan berdampak pada keuntungan yang diperoleh. Rendahnya kemauan mitra untuk membangun jaringan pemasaran dan kemampuan mencari pangsa pasar baru menyebabkan usaha tidak bisa tumbuh secara signifikan," ungkap dia.
Kemudian, mitra juga belum memiliki product branding dan saluran pemasaran digital melalui e-commerce. Sehingga pihaknya menawarkan solusi berupa re-desain kemasan RH yang mengikuti perkemangan zaman tanpa mengubah logo, packaging dan nama produk yang terlebih dahulu dikenal, serta perhitungan kinerja produk dan kemasan.

"Program Kemitraan Masyarakat ini bertujuan fokus pada kegiatan pengabdian masyarakat yang bersifat komprehensif, bermakna dan berkelanjutan (sustainable) dengan sasaran salah satu usaha kelompok pada daerah tersebut," jelasnya.
Lebih lanjut, menurutnya, tanpa adanya identitas visual, konsumen akan sulit mengidentifikasi perusahaan tersebut. UMKM bisa diartikan sebagai bisnis yang dijalankan individu, rumah tangga, atau kegiatan usaha berskala kecil yang mendorong pergerakan pembangunan dan perekonomian Indonesia.










