Dukung Peningkatan Ekonomi Bali, PLN Ajak Masyararakat Bertani Hidroponik

Adalah Panti Asuhan Narayan Seva di Desa Kerobokan, Kabupaten Buleleng yang saat ini memanfaatkan metode hidroponik untuk memenuhi kebutuhan pangan hariannya. Dengan memanfaatkan lahan seluas 8 meter x 10 meter, Ni nyoman Sundari pengelola panti mampu menghasilkan berbagai macam sayur seperti kangkung, sawi, selada, bok chay dari 1000 lubang tanam yang dipanen setelah masa tanam selama 35 hari.

Sistem hidroponik yang diterapkan menggunakan sistem Bed dan Piramid dengan instalasi Desflow System (DST) yakni dengan memanfaatkan mesin pompa aquarium 105 daya 50 Watt dan menyala selama 24 jam.  

Sundari menuturkan jika diasumsikan hasil panen bisa mencapai 165 kg dan harga sayuran rata – rata Rp 12 ribu per Kg sehingga total hasil panen bisa memperoleh sekitar Rp 1.980.000,- per 35 hari

“Modal kami untuk sekali panen sekitar Rp 325.000,- sedangkan untuk konsumsi listrik bisa dibilang murah karena sebulan hanya membayar sekitar Rp 122.000,- saja,” jelasnya Jumat (19/3/2021)

Saat ini daya listrik yang digunakan untuk menopang produksi hidroponik sebesar 2200 VA. Dirinya menambahkan bahwa panti asuhan memiliki rencana kedepan yakni menambah daya listrik untuk menunjang lampu UV, sehingga masa panen bisa dipercepat dan produktivitas hasil hidroponik bisa meningkat.

Hasil panen sayuran melalui hidroponik ini sebagian besar digunakan untuk konsumsi sebanyak 88 anak asuh yang menghuni Panti Asuhan ini. 

“Tentu hasil dari hidroponik ini sangat meringankan kami, apalagi dalam menghadapi masa pandemi ini setidaknya kebutuhan pangan dan gizi bisa terpenuhi, sisanya kami jual untuk menambah penghasilan,” pungkas Sundari.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top